Menangis saat Puasa Ramadan? Bagaimana Hukumnya, Batal atau Tidak?

Jumat, 22 April 2022 – 15:01 WIB

Ilustrasi menangis

Ilustrasi menangis

JAKARTA, REQnews - Menangis itu wajar dalam kehidupan manusia, baik karena kesedihan maupun karena rasa gembira yang meluap-luap. Namun, tangisan justru menjadi perdebatan kala dikaitkan dengan ibadah puasa saat Ramadan.

Banyak orang awam, yang entah darimana rujukannya, meyakini bahwa menangis dapat membatalkan puasa. Benarkah demikian.

Berbagai rujukan sudah menjelaskan beberapa hal yang dapat membatalkan puasa seseorang, seperti makan dan minum secara sengaja, melakukan perbuatan tercela, berhubungan badan saat waktu berpuasa, dan beberapa hal lainnya, namun tidak untuk tangisan.

Air mata bukan termasuk dari jauf (rongga dalam, ex: tenggorokan). Di dalam mata juga tidak ada saluran yang mengarah pada tenggorokan manusia.

Merujuk pada kitab Rawdah At-Thalibin:

“Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan." (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Rawdah At-Thalibin, Juz 3, Hal. 222).

Hanya saja, para ulama sepakat bahwa menangis akan membatalkan puasa jika kondisi tertentu terjadi.

Kondisi itu adalah ketika ari mata dari tangisan mengalir masuk ke dalam mulut, bercampur dengan air liur dan tertelan, maka dihukumi batal puasa seseorang dan ia wajib menggantinya.