Mengenal Gangguan Kepribadian Ambang, Masalah Mental yang Diidap Amber Heard

Kamis, 28 April 2022 – 19:01 WIB

Amber Heard

Amber Heard

JAKARTA, REQnews - Aktris Hollywood Amber Heard disebut mengalami gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder dan gangguan kepribadian histrionik.

Hal tersebut disampaikan oleh psikolog klinis forensik Shannon Curry, kala bersaksi di pengadilan dalam kasus antara Amber Heard dan mantan suaminya, Johnny Depp di Fairfax County Circuit Courthouse, Virginia, Amerika Serikat.

Sebelumnya, psikolog lain menyebut Amber Heard mengidap gangguan stres pasca trauma (PTSD). Namun, diagnosis dianggap kurang tepat dengan kepribadian sang aktris yang kerap menunjukkan emosi meledak-ledak.

Apa sebenarnya gangguan kepribadian ambang? Berbahayakah? Apa penyebabnya? Mengutip Halodoc, berikut ulasannya.

Gangguan Kepribadian Ambang

Nama lainnya adalah borderline personality disorder, merupakan kondisi kronis yang ditandai ketidakstabilan suasana hati dan perilaku. Pengidap masalah mental yang satu ini kesulitan dengan hubungan interpersonal, suka melukai diri dan berpotensi bunuh diri. 

Pengidap gangguan kepribadian ambang sering kali membutuhkan layanan kesehatan mental yang ekstensif, dan mencakup 20 persen rawat inap psikiatri.

Penyebab Utama

Masalah ini tentu tidak muncul dengan sendirinya, melainkan ada penyebabnya. Meski belum dapat diketahui secara penuh, namun faktor lingkungan, genetik hingga kelainan otak yang berpengaruh pada suasana hati bisa jadi pemicunya.

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala gangguan kepribadian ambang cukup bervariasi. Beberapa tandanya adalah sebagai berikut:

  • Gangguan pemahaman identitas
  • Impulsif, tidak berpikir panjang
  • Reaksi emosi yang intens dan sulit terkontrol
  • Melakukan atau berperilaku yang membahayakan atau merusak diri sendiri
  • Disosiasi, sulit berinteraksi normal dengan orang lain atau suatu kelompok
  • Umumnya terdapat depresi, kecemasan berlebihan, kemarahan tidak pada tempatnya, dan penyalahgunaan obat-obatan
  • Pengidap dengan BPD memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap penolakan atau kritik.

Pengobatan

Seperti dijelaskan dalam laman Halodoc, pengobatan pada dasarnya harus merupakan kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan farmakologi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Psikoterapi adalah terapi pilihan. Salah satu contoh psikoterapi yang dapat digunakan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini berupaya mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya dengan melakukan identifikasi masalah pengidap.

Golongan obat yang dapat digunakan adalah obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Pengidap yang mendapatkan obat golongan ini diketahui menunjukkan perbaikan dari segi kemarahan dan perilaku agresif. Komplikasi yang mungkin muncul jika tidak tertangani, seperti depresi dan gangguan kecemasan.