IFBC Banner

Berkaca dari Perseteruan Razman dan dr Richard Lee, Pahami Kode Etik Advokat dengan Klien

Sabtu, 04 Juni 2022 – 23:59 WIB

Ilustrasi Advokat (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Advokat (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Perseteruan antara pengacara atau advokat Razman Arif Nasution dengan dr. Richard Lee soal pemutusan hubungan kerja sama secara sepihak masih terus berlanjut. Berkaca dari kisruh tersebut bagaimana sebetulnya kode etik antara pengacara terhadap kliennya?

Hubungan keduanya awalnya baik-baik saja layaknya menjalin kerja sama berbayar. Razman diketahui adalah pengacara dr Richard Lee untuk kasusnya dengan Kartika Putri juga pengacara perusahaan milik Richard Lee.

Namun, dokter dan youtuber itu memutuskan hubungan kerja sama dengan Razman Arif Nasution pada kasusnya melawan Kartika Putri. Sementara status pengacara perusahaannya masih berlanjut. 

Imbasnya, Razman meminta ganti rugi Rp 20,7 miliar kepada Dokter Richard Lee. 

"Di sini dia menuntutnya setiap kuasa itu Rp 1 miliar, ada delapan kuasa, jadi ada Rp 8 miliar, ditambah dengan fee dia, dikalikan jumlah bulan berjalan sampai selesai," katanya saat menggelar konferensi pers pada Kamis 12 Mei 2022.

Dokter Richard Lee tak bisa menerima hal tersebut, lantaran Razman meminta pembayaran untuk jumlah bulan kontrak kerjanya. Terlebih, soal tambahan denda yang dimaksud Razman di luar gaji pengacara (kerugian immateril), hal itu tidak tercantum dalam kontrak kerja antara dr Richard dan Razman.

Richard Lee mengungkapkan, menentukan pengacara adalah haknya sebagai klien. Begitu juga dengan mengganti pengacara jika memang sudah tidak memiliki satu visi yang sama. Menurut Richard Lee kenyamanan menjadi faktor penentu dalam memilih pengacara.

"Tujuan saya mencari pengacara adalah mencari kenyamanan, ketenangan, tapi kalau kita cari pengacara terus setiap hari kita ketakutan dengan pengacara kita, seperti menghadapi depkolektor, rentenir ya untuk apa kita ada pengacara," ucapnya.

Bukan tanpa sebab, Richard Lee sempat membeberkan alasan dirinya memutuskan hubungan kerja dengan Razman. Menurutnya, pengacaranya itu sudah menjelek-jelekkan dirinya 

"Sebenarnya seorang pengacara tidak boleh menjelek-jelekkan klien. Itu sudah jelas sekali etikanya. Tidak boleh menjelekkan klien, membicarakan klien dengan cara yang tidak hormat, melakukan konferensi pers tanpa izin kliennya, apalagi membuka rahasia kliennya. Saya pikir itu merupakan tindakan yang tidak pantas,” katanya. 


Sedangkan alasan keduanya, mantan kuasa hukumnya itu sempat mengabaikan tugas yang diberikan oleh perusahaannya. Padahal saat itu, Razman Arif Nasution masih menerima gaji.

Dalam gugatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Razman Arif Nasution menuntut ganti rugi sebesar Rp 20,7 miliar kepada Dokter Richard Lee atas dugaan pemutusan kuasa sepihak. Jumlah itu disebut merupakan total dari kerugian materiil dan immateriilnya.

Lantas, bagaimana kode etik advokat terhadap klien ?

Dr.(Yuris) Dr.(MP) Haji Teguh Samudera, SH. MH, Ketua Umum DPP FERARI menyebut Advokat sebagai profesi terhormat (officium nobile) yang mana dalam menjalankan profesinya mendapat perlindungan hukum, undang-undang dan Kode Etik. Advokat juga memiliki kebebasan, kehormatan dengan berpegang teguh kepada Kemandirian, Kejujuran, Kerahasian dan Keterbukaan.

Dengan demikian Kode Etik Advokat Indonesia itu adalah hukum tertinggi dalam menjalankan profesi, yang menjamin dan melindungi Advokat, akan tetapi juga kewajiban Advokat untuk jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya baik kepada klien, pengadilan, negara atau masyarakat dan terutama kepada dirinya sendiri.

Oleh karenanya, seluruh Advokat Indonesia wajib tunduk dan mentaati Kode Etik Advokat.

Kode etik Advokat bagi dirinya, kurang lebih berbicara mengenai tanggung jawab secara moral dalam mengambil pekerjaan, menangani klien dan sebagainya. Sedangkan dalam menangani klien berdasarkan Kode etik Advokat Indonesia tanggal 23 Mei 2002 pasal 4 adalah:

1. Advokat dalam perkara-perkara perdata harus mengutamakan penyelesaian dengan jalan damai.

2. Advokat tidak dibenarkan memberikan keterangan menyesatkan klien mengenai perkara yang sedang diurusnya. 

3. Advokat tidak dibenarkan menjamin kepada kliennya bahwa perkara yang ditanganinya akan menang.

4. Dalam menentukan besarnya honorarium Advokat wajib mempertimbangkan kemampuan klien.

5. Advokat tidak dibenarkan membebani klien dengan biaya-biaya yang tidak perlu.

6. Advokat dalam mengurus perkara cuma-cuma harus memberikan perhatian yang sama seperti terhadap perkara untuk mana ia menerima uang jasa.

7. Advokat harus menolak mengurus perkara yang menurut keyakinannya tidak ada dasar hukumnya.

8. Advokat wajib memegang rahasia jabatan tentang hal-hal yang diberitahukan oleh klien secara kepercayaan dan wajib tetap menjaga rahasia itu setelah berakhirnya hubungan antara Advokat dan klien itu.

9. Advokat tidak dibenarkan melepaskan tugas yang dibebankan kepadanya pada saat tidak menguntungkan posisi klien atau pada saat tugas itu akan dapat menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi bagi klien yang bersangkutan, dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a.

10. Advokat yang mengurus kepentingan bersama dari dua pihak atau lebih harus mengundurkan diri sepenuhnya dari pengurusan kepentingan-kepentingan tersebut, apabila dikemudian hari timbul pertentangan kepentingan antara pihak-pihak bersangkutan.

11. Hak retensi Advokat terhadap klien diakui sepanjang tidak akan menimbulkan kerugian kepentingan klien.


Perihal Advokat dalam menjalankan tugasnya berbeda paham dengan klien, Advokat dapat mengundurkan diri dari perkara yang akan dan atau diurusnya apabila timbul perbedaan dan tidak dicapai kesepakatan tentang cara penanganan perkara dengan kliennya. 

Pada intinya, Advokat ialah warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur dan mulia, dan yang dalam melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi hukum, Undang- undang Dasar Republik Indonesia, Kode Etik Advokat serta sumpah jabatannya.