Menelesuri Sejarah Gudeg yang tak Diketahui Banyak Orang

Sabtu, 08 Februari 2020 – 16:00 WIB

Gudeg Yogyakarta (istimewa)

Gudeg Yogyakarta (istimewa)

 

YOGYAKARTA, REQnews - Gudeg merupakan salah satu makanan khas Yogyakarta. Nah makanan ini ternyata punya sejarahnya sendiri lho dan mungkin tak banyak yang tahu. Kira-kira sejak kapan masakan ini mulai dikenal hingga menjadi begitu populer di masa kini?

Konon nama gudeg muncul pada masa dibangunnya kerajaan Mataram Islam di alas Mentaok, di daerah kotagede Yogyakarta pada abad ke 15.

Menurut Profesor di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Murdijati Gardjito, gudeg pertama kali dibuat oleh prajurit kerajaan karena mendapati buah nangka muda, melinjo dan kelapa berlimpah.

"Saat pembangunan kerajaan Mataram di alas Mentaok, banyak pohon ditebang. Di antaranya ada pohon nangka, melinjo dan kelapa. Karena buah dari pohon ini melimpah, prajurit membuatnya sebagai masakan kemudian terciptalah gudeg," ujar Penulis buku Gudeg Yogyakarta ini, Mengutip laman National Geographic.

Nama gudeg pun muncul tanpa sengaja. Cara memasaknya dengan mengaduk terus menerus (Bahasanya Jawa disebut Hangudek), maka masakan ini lalu diberi nama Gudeg.

Bahkan dalam sastra Hawa Serat Centhini, disebutkan jika gudeg juga menjadi salah satu masakan yang disajikan untuk para tamu kerajaan Mataram di abad 16.

Sementara itu versi lain menjelaskan bahwa asal-usul gudeg tercipta saat adanya penyerbuan pertama ke Batavia tahun 1726-1728 oleh pasukan Sultan Agung. Para prajurit membawa gudeg sebagai bekal makanan perang. Meski begitu, sejarah ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Tapi yang pasti, gudeg telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Jawa khususnya di Yogyakarta. Kepopuleran gudeg semakin meningkat pada tahun 1949 bersamaan dengan berdirinya Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Saat ini, gudeg tak hanya sebagai masakan sehari-hari tetapi juga menjadi masakan yang bisa dibuat oleh-oleh. Pun saat ini kemasan gudeg semakin modern dan lebih bisa tahan lama. (Binsasi)