Catat! Usai Corona Tak Ada Wisata Esek-esek dan Ganja di Amsterdam

Rabu, 10 Juni 2020 – 07:36 WIB

Catat! Usai Corona Tak Ada Wisata Esek-esek dan Ganja di Amsterdam

Catat! Usai Corona Tak Ada Wisata Esek-esek dan Ganja di Amsterdam

AMSTERDAM, REQnews - Pemerintah kota Amsterdam berencana untuk menghapus sebagian besar wisata esek-esek dan ganja di ibu kota Belanda itu usai pandemi corona.

Dua wisata andalan yakni seks dan pelegalan ganja, dinilai tak lagi mampu menarik pengunjung selama masa pandemi. Sepinya Amsterdam tanpa pelancong ikut membuka fakta lain bahwa warga kota telah lama kehilangan 'kendali' pada kawasan tempat tinggalnya sendiri. Pendapatan datang bukan dari mereka, melainkan wisatawan asing.

"Kita perlu mengubah itu," kata pemimpin dewan distrik pusat Amsterdam, Mascha ten Bruggencate dikutip The Japanes Times, Selasa 9 Juni 2020.

Wali Kota Amsterdam Femke Halsema juga mengatakan, otoritas setempat berencana mengembalikan keseimbangan antara geliat turis dan keterlibatan penduduk setempat. Pendapatan dari keduanya diharapkan bisa setara.

"Amsterdam memiliki tradisi yang sangat panjang dalam melindungi ruang terbuka dan menjadi kota yang toleran, dan saya benar-benar ingin melindungi itu. Tapi kami tidak ingin dikenal karena seks dan narkoba. Kami ingin dikenal untuk warisan budaya kami," kata Halsema tahun lalu, sebagaimana dikutip Spiegel.

Kawasan Red Light District Amsterdam Belanda (Foto: The New York Times)

Pada Mei 2020, Halsema juga telah melakukan langkah-langkah penghapusan wisata seks dan aturan pelegalan ganja dengan mengirim surat kepada dewan setempat, termasuk membeli properti dan membatasi izin penjualan suvenir, ganja, dan rumah bordil.

Wali kota perempuan pertama Amsterdam itu ingin tempat-tempat wisata diisi oleh perusahaan yang dimiliki para penduduk setempat, seperti outlet dan grosir.

"Krisis virus menggarisbawahi urgensi untuk memikirkan pusat kota di masa depan," ujar Halsema.

Rencana Halsema seperti menemui jalannya saat Adyen NV, salah satu perusahaan fintech paling sukses di Belanda, menyewa kantor seluas 17 ribu meter di pusat kota.

Perusahaan, yang memproses pembayaran untuk orang-orang seperti Uber Technologies Inc, Ebay Inc dan Booking.com Ltd, diharapkan bisa menarik aktivitas ritel di kawasan tersebut.


Pemerintah setempat juga telah secara aktif berusaha menarik perusahaan mendirikan kantornya di Amsterdam, kata Angelique Schouten, seorang eksekutif di Ohpen, perusahaan fintech lain yang pindah ke ibu kota Belanda delapan tahun lalu. (Bins)