Desa-desa Wisata di Sekitar Kawasan Wisata Mandalika

Kamis, 17 September 2020 – 07:00 WIB

Desa Sade

Desa Sade

JAKARTA, REQnews - Jika berlibur ke Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), sempatkan juga berwisata ke sejumlah desa wisata yang ada di pulau tersebut. Salah satu daya tarik wisata yang terdapat disana adalah rumah suku Sasak yang unik.

Salah satunya di Kampung Ende yang berada di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Ada sebanyak 30 rumah adat yang bisa dikunjungi para wisatawan. Letaknya sendiri tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Lombok, hanya sekitar 20 menit. Para pengunjung bisa mengintip salah satu rumah adat sambil mendengarkan penjelasan tur guide mengenai rumah tersebut.

Daya tarik dari rumah adat yang bernama Bale Tani di Kampung Ende, ialah kotoran sapi atau kerbau yang dicampur dengan tanah liat dan kemudian dijadikan sebagai salah satu bahan dasar lantai rumah ini. Kotoran tersebut dijadikan sebagai perekat dari tanah liat, bisa dibilang sebagai semen. Nantinya, lantai ini akan kembali dipoles dengan kotoran hewan ternak tersebut setiap sebulan sekali. Karena jika tidak, tanah liat akan terkikis dan jadi berdebu.

Selain Kampung Ende, desa wisata lain yang layak dikunjungi di Lombok Tengah adalah Desa Sade. Desa wisata ini menawarkan pengalaman unik kepada wisatawan dengan melihat dari dekat kehidupan sehari-hari suku Sasak, suku asli yang mendiami Pulau Lombok. Desa yang memiliki luas 6 hektar dan ditinggali oleh 152 kepala keluarga ini terbilang cukup bersih dan tertata rapi. Pemerintah daerah setempat bersama-sama pemangku adat desa memang mempertahankan keaslian adat istiadat lokal di desa ini.

Menurut peraturan desa, warga tidak boleh membangun pemukiman baru lagi di Desa Sade. Sebagian besar warga Desa Sade hidup dari kegiatan bertani, pengrajin kain tenun ikat khas Lombok dan pengrajin cinderamata. Selain kain tenun ikat yang dikerjakan secara tradisional, benang untuk menenun pun biasanya dipersiapkan sendiri oleh suku Sasak dengan cara dipintal dan kemudian ditenun sehingga menjadi kain tenun ikat dengan berbagai motif dan corak.

Salah satu pesona keindahan pemandangan di kaki Gunung Rinjani terdapat di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikut, Kabupaten Lombok Timur, yang memiliki panorama pegunungan dan persawahan yang amat memesona. Karena keindahannya, Tetebatu dijadikan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Lombok Timur. Tetebatu memiliki kontur tanah seperti lembah memanjang dengan persawahan subur nan hijau.

Inilah daya tarik Tetebatu yang membuat banyak wisatawan berkunjung ke sana. Lokasi Desa Wisata Tetebatu berada di selatan Gunung Rinjani di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Berada di ketinggian tersebut membuat udaranya sejuk, bebas polusi, dan menyegarkan. Sambil trekking di Tetebatu dapat melakukan penjelajahan di beberapa tempat di lokasi ini seperti air terjun dan taman wisata yang amat menarik, seperti air terjun Ulem-Ulem yang memiliki ketinggian kurang dari 10 meter. Pesona air terjun ini bukan pada ketinggiannya, melainkan pada kolam air di bawahnya yang luas dan dapat dijadikan tempat berenang.

Jika berlibur ke Lombok, sempatkanlah datang ke Desa Wisara tenun khas Lombok, Desa Sukarare. Di sana, Anda bisa melihat kain tenun Lombok dan cara pembuatannya. Meskipun hanya sebuah desa kecil, tetapi memiliki pemandangan yang sangat memukau. Desa Sukarare terbagi menjadi beberapa dusun, yaitu Dusun Belong Lauk dan Dusun Belong Daye. Uniknya, di setiap desa tersebut, para kaum perempuannya diwajibkan bisa menenun, atau dalam bahasa Sasak disebut nyesek.

Kemahiran dalam menenun ini wajib karena dijadikan syarat pernikahan. Hasil tenunan khas Sukarare adalah Sarung Songket. Biasanya sarung tersebut digunakan pada saat upacara adat, seperti pesat besar atau begawe beleq. Di sepanjang jalan desa ini banyak toko-toko yang menjual tenunan sekaligus memperlihatkan proses pembuatannya yang biasanya diperagakan oleh para wanita desa berpakaian khas lambung. Ciri khas tenunan dari desa Sukarara ini adalah tenunan memakai benang emas yang sering di sebut kain songket

Desa Sade Rembitan terletak di wilayah Pujut, Lombok Tengah. Desa ini merupakan salah satu dari tiga desa adat yang menjadi tempat tinggal Suku Sasak di Lombok. Luas desa ini sekitar 5 hektar dan konon sudah ada sejak 600 tahun yang lalu. Selain sebagai desa adat, desa ini juga merupakan desa wisata.

Semua penduduk Desa Sade pun masih tetap menjaga keaslian kawasan tempat tinggal mereka, sehingga menjadikan desa ini sungguh unik. Salah satu keunikan yang ada pada desa ini adalah adanya bangunan atau rumah tradisional yang disebut dengan Rumah Bale Tani. Rumah Bale Tani sendiri merupakan peninggalan nenek moyang Suku Sasak. Bentuk bangunannya sangat khas dengan atap yang terbuat dari ijuk dan tembok yang berasal dari anyaman bambu.