IFBC Banner

Berburu Kuliner Khas NTT dan Labuan Bajo

Sabtu, 26 September 2020 – 03:01 WIB

Jawada atau Kue Rambut

Jawada atau Kue Rambut

JAKARTA, REQnews - Berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) atau ke Labuan Bajo untuk menikmati keindahan alamnya, tak lengkap rasanya jika tak menikmati kuliner khas daerah tersebut.

Bila mengunjungi provinsi tersebut, jangan hanya menikmati keindahannya saja, puaskan juga lidah dan perut Anda dengan mencicipi sederet hidangan yang menggugah selera.

Berikut adalah kuliner NTT yang layak Anda coba:

Sambal Ikan Teri
Di daerah NTT, ikan teri cukup popular sehingga dijadikan makanan yang cukup familiar. Sambal ikan teri sudah banyak di adopsi oleh daerah lain untuk menjadi salah satu hidangan yang cukup menggoda lidah. Kelezatan yang ada dalam makanan ini membuat banyak orang yang ketagihan untuk menikmatinya kembali. Ditambah lagi makanan ini menjadi salah satu aset kekayaan yang berasal dari NTT selain kekayaan alamnya. Sehingga ini bisa menjadikan modal kuat untuk semakin menarik bagi para wisatawan.

Jagung Catemak
Catemak jagung adalah makanan penutup yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau yang dimasak dengan bumbu masak penyedap rasa. Tidak seperti warnanya yang manis seperti kolak, catemak rasanya asin.

Ikan Sunu Kuah Asam
Kuliner ini adalah salah satu yang paling diburu. Bahan bakunya saja hanya ada di perairan Labuan Bajo. Kuliner yang menjadi makanan khas masyarakat Manggarai Barat dan sekitarnya itu kini sudah mendunia. Ikan Sunu lebih terkenal dengan masak kuah asam. Restoran yang menyajikan Sunu kuah asam pun tak banyak. Di Kabupaten Manggarai Barat, hanya ada satu restoran di Labuan Bajo yang khusus menyajikan ikan Sunu kuah asam.

Jagung Bose
Masakan tradisional yang dikenal dengan jagung bose ini menjadi makanan pokok pengganti nasi. Menurut tradisi warga Timor, jagung bose hanya dibuat dari jagung putih. Sebetulnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara jagung putih atau kuning. Hanya saja, jagung putih biasanya terasa lebih manis. Sesuai dengan namanya, jagung bose berarti jagung yang di-bose-kan atau dilunakkan. Untuk mengeluarkan kulit luar jagung, jagung akan ditumbuk dengan lesung. Kemudian diayak untuk mengeluarkan sisa kulit jagung yang terkelupas. Setelah bersih, jagung bose dimasak dengan kacang merah agar tambah nikmat. Proses memasaknya membutuhkan waktu cukup lama. Namun. lebih lezat jika jagung dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

Se’i, daging asap khas Nusa Tenggara Timur
Jika berkunjung ke Kupang, kurang lengkap rasanya kalau belum mencicipi kuliner khas ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut. Daging se’i adalah daging (sapi atau babi) yang dibumbui dan diasap agar dapat disimpan lebih lama. Kata se’i berasal dari bahasa Pulau Rote, yang berarti daging tipis yang diiris memanjang. Sebelum disajikan, daging se’i dapat diolah kembali sesuai dengan selera.

Kolo, Nasi Bakar Bambu Khas Manggarai
Kolo atau nasi bakar makanan khas yang dimasak menggunakan bambu. Untuk bisa menghasilkan nasi bakar atau nasi bambu ini, dibutuhkan bahan berupa bambu muda dengan panjang 30 sentimeter, beras dan bumbu masakan. Nasi Kolo biasanya digunakan untuk makan bersama saat pesta adat penti atau syukuran panen. Selain itu, juga biasanya menjadi menu utama pada acara syukuran di setiap awal pergantian tahun.

Jawada atau Kue Rambut
Merupakan kue khas pulau Flores dan pulau Alor, NTT. Sekilas, camilan kue ini memiliki bentuk yang unik, mirip seperti bihun yang digoreng kering berbentuk agak bergelombang seperti rambut keriting. Kue rambut atau Jawada bentuknya mirip gumpalan rambut dan biasanya menjadi teman minum kopi atau teh. Kudapan ini terbuat dari adonan tepung tapioka, tepung beras, air gulan pohon lontar, dan gula pasir. Untuk membuatnya tipis seperti rambut adalah melalui cetakan berbahan kaleng yang dasarnya dilubangi seperti saringan lalu diteteskan ke wajan yang telah diisi minyak panas. Adonan dibentuk seperti kerucut dengan melipatnya kemudian digoreng.

Itulah beberapa kuliner khas NTT. Jangan lewatkan untuk mencicipnya jika Anda berkunjung kesana. Selain rasanya yang lezat, beberapa makanan tersebut juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.