Jika ke Tanjung Lesung, Jangan Lupa Coba Kuliner Khas Banten

Senin, 28 September 2020 – 00:03 WIB

Nasi Sumsum

Nasi Sumsum

JAKARTA, REQnews - Pantai Anyer dan Pantai Carita, menjadi dua lokasi yang populer dan sangat ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur di wilayah Banten. Namun jangan salah, ada tempat wisata pantai lain yang sangat memukau di wilayah Banten, yaitu Pantai Tanjung Lesung.

Namun, tak lengkap rasanya jika berwisata ke Tanjung Lesung tanpa mencicipi kuliner khas Banten. Sebelum mencoba, tentunya kita harus tahu terlebih dahulu apa saja kuliner khas Banten ini.

Laksa Tangerang

Makanan ini berasal dari sejenis mie atau bihun yang diguyur oleh kuah. Laksa sendiri terbuat dari beras dengan tekstur yang kenyal, dan dibuat gepeng layaknya spaghetti. Untuk kuahnya berasal dari kolaborasi santan yang dimasak bersama kacang hijau, kentang serta kaldu ayam. Untuk penyempurna hidangan, disajikan pula daging ayam yang dipotong kecil-kecil atau telur. Makanan ini dapat Anda nikmati dengan harga yang terbilang murah.

Nasi Sum-sum

Kuliner ini terbuat dari sum-sum tulang kerbau yang dibakar. Nasi beserta bumbu dari masakan ini dimasak dengan cara terpisah, kemudian digabungkan saat digoreng. Usai digoreng, perpaduan nasi dan sum-sum kemudian dibungkus menggunakan daun pisang untuk dibakar. Menu ini terbilang langka, namun masih ada beberapa yang menjualnya di rumah makan Serang.

Rabeg Banten

Makanan khas Banten satu ini hampir dapat ditemui di berbagai daerah dan tempat di Banten. Rabeg adalah daging dan jeroan kambing yang diolah dengan bumbu-bumbu penyedap yang terdiri dari lengkuas, lada, kayu manis, jahe dan penyedap alami lainnya sehingga mencipatakan rasa manis dan gurih sekaligus pedas. Karena berbahan dasar daging kambing, Rabeg tidak disarankan bagi penderita diabetes karena daging kambing sendiri mempunyai kadar kolesterol yang tinggi.

Sate Bebek Khas Cibeber

Sate Bebek merupakan salah satu makanan khas Banten yang ada di Cibeber. Sate ini pada umumnya sama dengan sate biasa. Namun pada sate ini menggunakan daging bebek dan kuahnya bukan kuah kacang atau kuah tepung, melainkan kuah yang terbuat dari gula merah dicampur berbagai bumbu penyedap seperti merica hitam, daun serai, kunyit, kemiri, ketumbar dan bahan lainnya. Daging bebek yang lezat serta kuah satenya yang manis, gurih dan nikmat membuat kuliner satu ini laris manis.

Sate Bandeng

Sesuai dengan namanya, sate ini dibuat dengan bahan dasar Bandeng. Ikan Bandeng sendiri merupakan ikan dengan rasa yang sangat lezat namun mempunyai banyak duri/tulang. Akan tetapi, tak perlu khawatir karena daging ikan bandeng pada sate ini sudah bersih dari durinya. Dengan bumbu yang nikmat dan daging ikan yang lezat sehingga menciptakan perpaduan rasa yang manis dan gurih, maka sudah selayaknya kuliner khas Serang ini banyak digemari para penduduk dan wisatawan dan kerap kali dijadikan oleh-oleh.

Nasi Uduk Empal

Nasi Uduk Empal merupakan makanan khas Serang, Banten, yang banyak dijumpai di pagi hari di sepanjang jalan Kota Serang. Nasi Uduk merupakan beras yang dicampur dengan santan kelapa lalu dimasak beserta daun salam dan serai, kemudian disajikan dengan potongan telur, tempe goreng dan lainnya. Nasi Uduk ini juga diberi tambahan daging Empal yang dikenal dengan Nasi Uduk Empal Daging dan banyak dijumpai pada malam hari di jalan-jalan Kota Serang.

Itulah beberapa kuliner khas Provinsi Banten. Jangan lewatkan untuk mencicipnya jika Anda berkunjung ke Banten. Selain rasanya yang lezat, beberapa makanan tersebut juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Pantai Tanjung Lesung memiliki pasir putih sepanjang 15 kilometer yang suasananya mirip dengan pantai-pantai di Bali. Berbagai kegiatan dapat dilakukan di sana, seperti bermain voli, berjemur, bersepeda atau sekedar bersantai di pinggir pantai. Menjelang senja, pemandangan di Tanjung Lesung begitu memesona.

Jernihnya air laut memantulkan sinar matahari, sehingga air laut nampak berkilauan. Itulah sebabnya, Pantai Tanjung Lesung ini dijadikan alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati kenyamanan pasir putih. Tak perlu khawatir dengan deburan ombak yang besar, karena pantai terletak tidak langsung berdekatan dengan laut lepas sehingga ketenangannya sangat terasa.