Kuliner Belitung Dari yang Unik sampai Langka

Kamis, 01 Oktober 2020 – 00:02 WIB

Salah satu kuliner khas Belitung, Kukus Rap Menggale

Salah satu kuliner khas Belitung, Kukus Rap Menggale

JAKARTA, REQnews - Masih ingat keindahan Belitung dalam film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, beberapa tahun lalu? Bila mengunjungi pulau tersebut, jangan hanya menikmati keindahannya saja, puaskan juga lidah dan perut Anda dengan mencicipi sederet hidangan yang menggugah selera.

Berikut adalah kuliner Belitung yang unik dan langka yang layak Anda coba:

Makan Bedulang
Seperti banyak tempat di Indonesia yang memiliki makan bersama, Provinsi Bangka-Belitung pun memiliki tradisi yang mereka sebut Makan Bedulang. Umumnya, tradisi makan ini dilakukan untuk mempererat keakraban maupun dalam gelaran acara-acara seperti pernikahan tradisional. Dulang merupakan nampan besar berbentuk lingkaran yang menjadi alas bagi beberapa piring menu makanan. Jaman dahulu, dulang terbuat dari kayu namun saat ini lazim digunakan dulang berbahan seng.

Pada makan bedulang, setiap orang akan menggunakan piring masing-masing sebagai alas makan personal, nasi dan lauk yang tersaji diambil menurut selera. Tak hanya terkait dengan penyajian makanan, ternyata Makan Bedulang memiliki aturan tersendiri. Para tetua mendapatkan kesempatan pertama dalam mengambil sayur dan lauk yang ada begitu pun urutan mencuci tangan. Tak disarankan untuk menggunakan sendok dan garpu saat ikut Makan Bedulang. Karena harus menggunakan tangan, maka mencuci tangan adalah hal yang wajib.

Mi Belitung
Meski tempatnya lebih mirip warung, mi Belitung versi Nyah Atep ini terkenal dan banyak dikunjungi turis, artis dan selebritas. Sebetulnya, mi kuah diperkenalkan oleh orang Khek atau Hakka, tapi mi Belitung merupakan kreasi lokal. Antara lain dengan pemakaian lengkuas dan daun salam. Kuah dari tulang babi sudah diganti kuah udang yang diberi kecap Belitung sehingga berwarna cokelat. Topping-nya tahu, kentang rebus, udang, dan otak-otak ikan. Untuk kesan kriuk-kriuk di mulut, tersedia taoge, mentimun, dan emping. Sebelum disendok, kucuri mi dengan jeruk kunci (di Manado disebut lemon cui). Aduk sebentar dan seruput dengan saksama. Cita rasa gurih-manis langsung menghangatkan kerongkongan.

Seruput Kopi
Salah satu warung kopi dengan sejarah panjang adalah warung kopi Kong Djie, yang eksis sejak tahun 1945. Begitu masuk, aroma kopi menyergap. Pilihan minuman kopinya tidak serumit kedai kopi modern di beberapa kota besar. Yang ada hanya kopi O --kopi hitam-- dan kopi susu kental manis. Harga segelas kecil kopi Rp4.000-Rp6.000. Kopi diantar oleh mbak ‘barista’, tapi kue self service. Cari piring sendiri, pilih kuenya dan bawa ke meja, tak perlu lapor. Kue-kuenya serba mini: bakpao isi kacang ijo, donat tanpa bahan pelembut, kue talam, kue lapis, bingka, dan aneka gorengan. Rasa kopinya? Pahit dan manisnya pas!

Kukus Rap Menggale
Kuliner ini cukup langka. Bentuknya menyerupai tumpeng ukuran mini, tidak istimewa dan terkesan seperti penganan ketan kukus di Pulau Jawa. Namun, rasanya berbeda. Anda tak perlu menyantap habis untuk merasakan perbedaan kudapan khas Pulau Belitung ini. Cukup pada gigitan pertama. Rap Menggale adalah tepung singkong. Jadi, Kukus Rap Menggale adalah tepung singkong yang dikukus. Dulu, Kukus Rap Menggale adalah makanan pokok masyarakat Belitung. Namun tergeser oleh beras setelah masyarakat Pulau Belitung membudi-dayakan padi.

Kukus Rap Menggale disajikan di atas sehelai daun simpor di atas piring. Ada parutan kelapa muda dan ikan selar yang direbus dan ditaburi rempah. Biasanya disajikan saat makan siang bersama menu utama. Daun yang dijadikan alas Kukus Rap Menggale adalah daun simpor yang hanya ada di Sumatera dan Kalimantan.

Bubor Jawak
Sempatkan mampir ke Belitong Kite di Jl Gatot Subroto, yang juga dikenal dengan nama Rumah Vizza. Dari sekian banyak kuliner asli Belitung yang ditawarkan, ada satu yang sangat khas dan unik, yaitu Bubor Jawak.

Bubor dalam bahasa Melayu berarti bubur. Jawak adalah jawawut, sejenis rumput bernama Latin Setaria Italica yang tangkainya memiliki bijian sereal. Jawawut pernah menjadi makanan pokok masyarakat Asia Timur. Masyarakat Belitung menjadikannya makanan pelengkap. Itu terjadi sebelum ada budidaya padi. Ketika terjadi pergeseran budaya, jawak bukan lagi makanan pokok masyarakat, tapi makanan burung.

Cara pembuatan Bubor Jawak tak sulit. Biji jawak ditumbuk halus dan direbus. Untuk menambah rasa pada bubur, diberi santan yang dicampur gula pasir dan garam secukupnya. Gula merah cair diguyur ke dalam mangkuk berisi bubur, Bubor Jawak siap disantap.