Kuy, Uji Nyali di Gumuk Reco Sambil Nikmati Pemandangan Kebun Kopi

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 15:32 WIB

Wajib Dicoba! Uji Nyali di Gumuk Reco Sambil Nikmati Pemandangan Kebun Kopi (Foto: Istimewa)

Wajib Dicoba! Uji Nyali di Gumuk Reco Sambil Nikmati Pemandangan Kebun Kopi (Foto: Istimewa)

JAKARTA,REQnews-  Kekayaan alam Semarang memang selalu membuat mata mersenyum, salah satunya adalah kekayaan alam yang ada di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru. Sebuah desa yang berada di dataran tinggi Lembah Utara Gunung Telomoyo, terletak di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

Pernah menjadi desa tertinggal, kini Desa Sepakung yang indah menjadi salah satu destinasi favorit berwisata. Ada beberapa wahana yang menantang nyali wisatawan.

Misalnya, Ayunan Langit yang menggoda pengunjung untuk berayun memakai tali yang menggantung pada pohon di atas ketinggian, ke hadapan jurang dan perbukitan. 

Tak hanya itu ada Gumuk Reco dan juga Ondo Langit (tangga langit), di mana wisatawan berjalan menyusuri tebing di atas ketinggian sekitar 50 meter sambil menyaksikan hamparan lembah yang hijau. Dari sana pengunjung bisa menikmati keindahan Bukit Gajah dan Kota Salatiga.

Wahana tersebut dibuat pada 2019 lalu, dan kini menjadi daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Desa Sepakung.

Akibat pandemi, wisatawan yang berkunjung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, serta dibatasi jumlahnya. Hal itu diterapkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Selain Desa Sepakung, spot menarik lainnya adalah Kampoeng Kopi Banaran. Di Kampung Kopi ini, pengunjung berkesempatan menjelajah kebun kopi menggunakan kereta wisata.

Mengikuti ketentuan protokol untuk jaga jarak, kapasitas kereta yang biasanya mengangkut lima penumpang kini dibatasi maksimal dua orang saja.

Kopi Robusta yang dikenal sebagai ikon Jawa Tengah tersebut kemudian akan dibawa ke Pabrik Kopi Banaran. Pabrik yang didirikan pada 1911 ini menjadi tempat pengolahan biji kopi hingga berupa kopi bubuk dalam kemasan.

Khusus proses pemilahan, masih dilakukan secara manual untuk mendapatkan kualitas terbaik.

Sebelum jadi kebun kopi, Banaran dulunya dipenuhi tanaman kakao. Sampai kemudian diketahui suhu udara di sana sesuai dengan karakter khas varian robusta.

Usai berkeliling menghirup udara segar di kebun, pengunjung bisa beristirahat memanjakan mata menatap alam, sambil menyesap kopi Java Mocha yang bercita rasa kombinasi asam dan pahit, menempel pada aroma mocha yang wangi.