Sadis! Merpati Balap Terbang 8.000 Mil Melintas Samudera Atlantik, Tiba di Austraia dan akan Dibunuh

Kamis, 14 Januari 2021 – 21:11 WIB

Foto: Daily Mail

Foto: Daily Mail

Melbourne, REQNews.com -- Joe, seekor merpati balap, terbang 8.000 mil menyeberang Samudera Atlantik untuk sampai ke Melbourne, dan pemerintah Australia akan membunuhnya.

Joe dicurigai berisiko membawa virus korona, harus menjalani karantina, dan dibunuh.

Kevin Celli-Bird, penduduk Melbourne, menemukan Joe di belakang rumahnya dalam keadaan lelah luar biasa. Ia memberinya makan, dan merawatnya.

Joe adalah nama yang diberikan Kevin Celli-Bird kepada merpati balap itu. Nama itu diambil dari presiden terpilih AS Joe Biden.

Celli-Bird mengatakan Joe terbang dari Oregon, AS, pada 29 Oktober 2020. Ia menghilang dari lintasan balap, dan diduga menumpang kapal kargo untuk sampai ke Australia.

"Saya menemukannya pada 26 Desember 2020," kata Celli-Bird.

Prestasi Joe menarik perhatian media Australia dan Layanan Karantina dan Inspeksi Australia. Lembaga terakhir ini dikenal ketat terhadap satwa dari luar Australia.

Celli-Bird mengatakan otoritas karantina menelepon dan memintanya menangkap burung itu. "Mereka bilang burung itu dari AS, mareka khawatir dengan flu burung," kata Celli-Bird.

"Saya katakan saya tidak bisa menangkapnya. Burung itu selalu bergerak," lanjut Celli-Bird.

Otoritas karantina sedang mempertimbangkan mengontak penangkap burung profesional. Departemen Pertanian Australia mengatakan merpati itu tidak diijinkan tinggal, karena membahayakan keamanan pangan dan populasi burung liar asli.

"Ini menimbulkan risiko biosekuriti pada kehidupan burung Australia dan industri unggas kami," demikian pernyataan Departemen Pertanian.

Celli-Bird mengatakan saat ditemukan Joe sangat kurus. "Saya memberinya makan biskuit kering yang saya hancurkan," katanya.

Keesokan hari, Joe datang lagi dan masih dalam keadaan lemah. Joe terlihat tidak takut. Saat itulah Celli-Bird melihat pita biru di kakinya.

"Jelas Joe milik seseorang, dan saya menangkapnya," kata Celli-Bird.

Setelah beberapa hari, Joe pulih seratus persen dan tidak bisa lagi ditangkap. American Racing Pigeon Union di Oklahoma mengatakan burung itu terdaftar sebagai milik seseorang di Montgomery, Alabama.

Celli-Bird berusaha menghubungi pemiliknya, tapi tidak berhasil. Kini, Joe seolah telah menjadikan kediaman Celli-Bird sebagai rumah barunya.

Brad Turner, sekretaris Asosiasi Merpati Nasional Australia, mengatakan Joe bukan merpati pertama yang terbang ribuan mil ke Australia. Seekor merpati balap Cina pernah mencapai pantai barat Australia dengan kapal kargo.

"Ada kekhawatiran Joe membawa penyakit eksotis dari AS, dan harus dibunuh," kata Turner. "Kedengarannya kejam, tapi orang lain pasti setuju."

Penerbangan terjauh merpati balap terjadi tahun 1931, yaitu dari Arras di Prancis ke Saigon, Vietnam. Jarak terbangnya 11.600 kilometer, atau 7.200 mil, dan memakan waktu 24 hari.

Merpati balap adalah penjelajah dunia.