Misteri Rumah yang Disensor di Google Maps, Ternyata Jadi Tempat Penyekapan dan Penyiksaan Sadis

Selasa, 04 Mei 2021 – 07:02 WIB

(Foto: Google Maps/Mirror)

(Foto: Google Maps/Mirror)

AMERIKA SERIKAT, REQnews - Sebuah rumah sengaja disensor di Google Maps. Bukan tanpa alasan, rumah yang berlokasi di 2208 Seymour Avenue, Cleveland, Ohio, AS itu disensor oleh Google Maps lantaran menyimpan cerita mengerikan.

Dilansir dari Mirror, Selasa, 4 Mei 2021, rumah tersebut pernah menjadi lokasi pembantaian yang dilakukan seorang pria bernama Ariel Castro.

Di dalam rumah itu, Castro menyekap 3 wanita bernama Amanda Berry, Gina DeJesus, dan Michelle Knight yang ia culik dari jalanan pada tahun 2002 hingga 2004. Tiga wanita itu pun disekap dan disiksa selama sekitar 10 tahun.

Pada tahun 2013, salah satu dari korban berhasil melarikan diri saat Castro pergi dan lupa mengunci pintu. Amanda yang saat itu kabur dengan penuh ketakutan langsung berteriak meminta tolong pada warga yang tinggal di sekitar rumah tersebut.

Rumah tersebut memiliki empat kamar tidur, kamar mandi, loteng, teras, hingga ruang bawah yang cukup luas. Di rumah itu polisi menemukan pita dan rantai yang digunakan untuk menyekap tiga wanita tersebut.

Pada akhirnya, rumah itu dirobohkan oleh pihak berwenang. Dan Google Maps menyensornya.

Warga sekitar pun sempat memberikan kesaksian tentang rumah horor itu. Menurut mereka, rumah itu tampak normal dari luar, bahkan tak pernah terdengar suara dari dalamnya.

Namun seorang penduduk setempat mengatakan kepada BBC bahwa cucunya pernah melihat seorang wanita telanjang merangkak di halaman belakang rumah itu dan gadis kecil di loteng yang diasumsikan sebagai Jocelyn, anak Castro dari Amanda.

Amanda menjadi korban pertama yang berhasil keluar dari rumah itu bersama anaknya, Jocelyn. Ia pun mencari bantuan dan polisi akhirnya berhasil menyelamatkan dua korban lainnya.

Sementara itu, akibat perbuatan sadisnya, Ariel Castro ditangkap dan dijatuhi dengan 329 dakwaan. Castro pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat dan kurungan 1.000 tahun.

Namun tragis, Castro akhirnya ditemukan tewas bunuh diri di selnya saat ia baru dipenjara selama satu bulan dengan cara gantung diri menggunakan seprai.