Pembunuhan 1.000 Kuncing Jalanan, Presiden Korsel Diminta Turun Tangan

Selasa, 04 Mei 2021 – 21:52 WIB

Foto: kaist455.com

Foto: kaist455.com

Daejeon, REQNews.com -- Animal Rescue Korea 119, kelompok hak asasi hewan Korea Selatan (Korsel), meminta Persiden Moon Jae-in menghentikan aktivitas seorang pria yang diduga telah membunuh lebih 1000 kucing jalanan. Polisi segera menggelar penyelidikan.

Pihak berwenang menyelidiki kematian mencurigakan beberapa kucing liar di Daejeon, setelah penduduk setempat melaporkan penemuan bangkai kucing di dekat daging yang dicampur racun tikus.

Korea Times melaporkan petugas mengambil satu bangkai kucing dan daging yang terkontaminasi untuk dianalisis. Polisi juga mempelajari rekaman CCTV di kota Sintanjin.

Polisi juga mencari orang yang membeli racun tikus dari toko obat lokal dalam sebulan terakhir.

Animal Rescue Korea 119 mengatakan setiap hari mereka menemukan lebih 30 potong ayam mentah, ada pula yang dimasak, disemprot zat untuk membunuh hewan pengerat. Lebih seribu kucing jalanan mati dalam 13 tahun terakhir.

Mereka juga menunjukan bahan kimia yang tertinggal di jalanan juga berpotensi mencelakakan anjing, dan anak-anak. Animal Rescue Korea 119 yakin orang di balik pembunuhan berantai kucing-kucing ini adalah pria berusia 70 tahun.

Tahun 2018 kelompok ini mengklaim menangkap pria yang meninggalkan makanan beracun, tapi tidak dapat membuktikan kesalahan karena tidak ada kucing yang mati akibat makanan beracun yang disediakan.

Pada saat yang sama, kelompok itu mengatakan lelaki tua itu, dijuluki pembunuh Sintanjin, didenda 70 ribu won, atau Rp 9 juta.

Sebuah petisi online diluncurkan untuk meminta Presiden Moon Jae-in menghentikan pembunuhan kuncing di Daejeon, di tengah apa yang disebut ketidak-pedulian pemerintah adn lembaga lokal selama sepuluh tahun terakhir.

Petisi ditandatangani lebih 43 ribu orang.