Pulau Padar, Eksotisme Nyata dari Surga Dunia yang Mampu Menghipnotis Para Pengunjung

Kamis, 15 Juli 2021 – 00:18 WIB

Pulau Padar, Labuan Bajo (Dokpri: Risno Pakur)  

Pulau Padar, Labuan Bajo (Dokpri: Risno Pakur)  

JAKARTA, REQnews - Satu tahun lebih pandemi Covid 19 telah melanda Indonesia dan membuat kita harus menahan diri tidak bepergian apalagi berlibur. Pasti saya yakin, rasa rindu pada aroma laut, suasana pantai, nyanyian burung, dan hijau daun pedesaan sudah tak terbendung.

Tahan dulu rasa rindunya, biar pandemi segera usai. Saya mau bercerita dulu dan menyapa sobat sekalian. 

Selamat pagi sobat, apa kabar? Semoga kabarnya baik-baik saja meskipun saat ini kita dalam keadaan tidak baik baik saja semenjak pandemi ini berlangsung.

Oh ya dalam tulisan kali ini, saya membahas soal eksotisme Pulau Padar yang terkenal itu loh. Mungkin terdengar asing yaa. Tapi kalau mendengar nama Labuan Bajo tentu sobat sekalian sudah tidak asing lagi kan.

Ya, saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata sedang gencar-gencarnya mempromosikan Labuan Bajo sebagai daerah wisata premium.

Daerah wisata premium adalah daerah yang menerapkan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan dan menerapkan harga yang mahal bahkan menerapkan sistem kuota. Melalui program daerah super prioritas merupakan program yang mencanangkan 10 bali baru, yang nantinya, destinasi-destinasi tersebut tidak hanya daya tarik namun juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga setempat.

Terkait dengan program tersebut, memang banyak menimbulkan polemik pro dan kontra. Konflik agraria,keberadaan warga lokal, ketimpangan ekonomi hingga distribusi kessejahteraan yang timpang, merupakan segelintir contoh masalah yang ada disana sobat.

Dengan fakta tersebut,bukan berarti tempat ini menjadi tempat yang tidak layak dikunjungi. Dari berbagai masalah ada, Labuan Bajo menyimpan surga yang tersembunyi bagi setiap pengunjungnya. Ya sobat, salah satunya Pulau Padar ini.

 

 

 

(Pink Beach/Dokpri Risno Pakur)

 

Sekilas tentang Pulau Padar, Pulau ini merupakan pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Pulau ini relatif, lebih dekat ke pulau Rinca dari pada ke Pulau Komodo,yang dipisahkan oleh selat Lintah. Oh ya Sobat, Pulau Padar ini tidak dihuni oleh orang-orang loh, tempat ini dijadikan sebagai taman wisata yang dijaga oleh petugas dari balai Taman Nasional Komodo.

 

 

 

 

 (Dokpri:Risno Pakur)

 

 

Eksotisme Pulau Padar...

Akhir-akhir ini banyak beredar foto-foto keindahan Pulau Padar dipelbagai media sosial, baik itu disebar oleh para publik figur maupun masyarakat awam dan wisatawan mancanegara. Sobat sekalian, tentunya "kepo" tentang hal menarik yang ada di pulau ini.

Sebenarnya, apa sih hal menarik yang buat orang-orang ingin pergi ke tempat ini. Nah berikut hal-hal menarik yang sobat sekalian harus ketahui tentang pulau ini. Sebelumnya, alasan saya memilih kata eksotisme kali ini dikarenakan kata tersebut memiliki arti istimewa/unik, karena status Padar yang juga istimewa maka saya kira pantas kita sematkan kata tersebut padanya hehehhe.

Berikut hal menarik yang dapat sobat ketahui tentang pulau padar dan sekitarnya.

Pertama, nuansa pulau ini bikin pangling saking pangling dengan pemandangannya Unesco menjadikannya sebagai salah situs warisan dunia. Ternyata lebih gilanya lagi, status itu diberikan Unesco sejak lebih dari 25 tahun yang lalu.

kedua, Pulau Padar pada waktu sebelumnya menjadi tempat pembuangan komodo-komodo yang nakal loh. Nah,sebelumnya ada pengunjung yang menjadi korban gigitan komodo, dikarenakan tidak ada pemandu wisata saat bepergian ke tempat ini.

Oleh karena itu, untuk sobat sekalian yang ini bepergian ke tempat ini sangat disarankan untuk mengajak pemandu wisata lokal lainnya

Terakhir, adalah trekking ke puncak Pulau Padar. Spot yang paling instagrammable adalah puncaknya. Kamu akan melihat "eksotisme’’ nyata dari surga dunia ini.

Sangat adil ya ciptaan sang khalik, ditengah daerahnya yang tertinggal, Tuhan memberikan Pulau Padar sebagai ikonik Provinsi Nusa Tenggara Timur. Trekking ke puncak padar juga bisa dijangkau dalam waktu 50 menit. Bagi saya yang badannya gendut waktu segitu terlalu cepat wkwkwkwk.

Oh ya,kalau kamu kesini jangan lupa pake sepatu, topi dan sun block ya agar terhindar dari serangan dewa matahari, loh kok dewa wkkwkw, maksUdnya agar terhindar dari serangan sinar matahari. 

Jadi,kapan ke Pulau Padar sobat sekalian??

Ditunggu ya kedatangannya..

Stay Safe dan sukses selalu buat sobat sekalian.