Astronom Amatir Temukan Bulan ke-80 Planet Jupiter

Kamis, 22 Juli 2021 – 06:22 WIB

Foto: Daily Mail

Foto: Daily Mail

Hawaii, REQNews.com -- Kai Ly, astronom amatir dan citizen scientist, menemukan bulan baru Planet Jupiter yang diberi nama sementara EJc0061.

Ly menuangkan data yang dikumpulkan pada Februari 2003. Peneliti Universitas Hawaii mengambilnya dan mengidentifikasi bulan baru dalam kelompok 22 bulan kecil yang mengorbit raksasa gas dalam arah berlawanan dari putarannya.

EJc0061 adalah bulan ke-80 yang merupakan bagian Carme, kelompok 22 bulan kecil yang mengorbit Jupter. Ly bangga dengan temuan ini, dan menyebutnya sebagai pencapaian terbesar hobi musim panas sebelum kembali ke sekolah.

"Saya bangga menjadi astronom amatir pertama yang menemukan salah satu bulan Jupiter," kata Ly dalam wawancara dengan Sky and Telescope.


Memahami Jupiter

Gambar EJc0061 belum dirilis ke publik, meski Canada-France-Hawaii Telescope (CFHT) telah mengambilnya pada Februari 2003. Dalam gambar itu terlihat kecerahan EJc0061 yang disebabkan fenomena oposisi, atau ketika matahari dan planet (dalam hal ini Jupiter) berada di bagian berlawanan dari Bumi.

Ly menggunakan teleskop lain untuk menetapkan busur 22 hari EJc0061, yang menegaskan bahwa benda itu terikat pada gravitasi Jupiter. Jadi, EJc0061 adalah bulan.

Sejauh ini atronom telah memetakan 79 bulan Planet Jupiter, yang terbagi ke dalam lima kelompok. Pertama adalah kelompok bulan Galilea yang terdiri dari empat; Io, Europa, Ganymede, dan Callisto, yang semuanya ditemukan astronom Italia Galileo Galilei, Januari 1610.

Kelompok berikutnya dalah Prograde, Valetudo, Retrograde, dan Carme. Kelompok terakhir terdiri dari 22 bulan kecil, yang mengorbit planet berlawanan dengan rotasinya.

"Orbit mereka eksentrik, elips bukan melingkar, dan sangat condong terhadap bidang ekuator Jupiter," tulis NASA di situsnya.

Ly tidak hanya menemukan bulan baru, tapi juga memulihkan empat mons Jovian yang hilang, atau sekelompok 23 bulan.

"Mereka semua sangat mirip dalam warna, yaitu merah muda, kecuali Kalyke -- yang jauh lebih merah dibanding lainnya," kata Ly.

Semua karakteristik ini mendukung gagasan bahwa kelompok Carme adalah asteroid yang terperangkat gravitasi Jupiter, bukan terbentuk sebagai bagian asli Jupiter.

Tidak satu pun anggota Carme cukup besar untuk menarik diri lebih dekat ke Jupter. Jadi, bulan-bulan itu berbentuk tidak beraturan.

Carme adalah bulan terbesar dalam kelompoknya, dengan radius 14 mil. Peneliti memperkirakan Carbe adalah asteroid tipe D yang mengalami tabrakan dan pecah menjadi kepingan tak terhitung jumlahnya.

Bagaimana dengan EJc0061? Sejauh ini Ly dan peneliti lain belum menentukan besarannya.

Tahun 2018 peneliti mengkonfirmasi keberadaan 12 bulan baru yang mengorbit Jupter, termasuk yang digambarkan sebagai bola aneh.

Sebuah studi yang diterbitkan September 2020 oleh peneliti University of British Columbia menunjukan raksasa gagas benama Jupiter itu sebenarnya memiliki 600 bulan, dengan sebagian besar masih menunggu untuk ditemukan.