Yuk Intip Kerennya Wajah Baru Perbatasan RI-Timor Leste, Beda Banget dengan Dulu!

Sabtu, 24 Juli 2021 – 20:02 WIB

Tapal Batas RI-Timor Leste (Dokpri:Risno Pakur)

Tapal Batas RI-Timor Leste (Dokpri:Risno Pakur)

JAKARTA, REQnews - Sore itu, sekitar pukul 16:00 yang membawa saya dan rombongan yang membawa saya, dari jantung kota Atambua akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang besar. 

Sebelumnya, Bomdia, Diak Ka Lae? Begitulah kira-kira saya disapa oleh Soares dalam bahasa tetun yang jadi bahasa resmi Timor Leste,yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya selamat pagi, apa kabar?

Jika disapa demikian, sobat sekalian harus membalasnya dengan menjawab Sempre Diak,yang artinya baik selalu. Oh ya kawan, kali ini kita akan membahas soal objek wisata yang satu ini. Memang sih ini adalah sebuah pos lintas batas antara negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Republik Democratik Timor leste sebelum merdeka bernama Timor-Timur.

Nah saat ini, pos lintas batas antara kedua negara tersebut sering dikunjungi oleh warganya untuk berswafoto ataupun menjadikan tempat rekereasi sebagai objek wisata baru.

Itulah gerbang untuk menuju ke PLBN Motaain. Kalian tahu kan apa itu PLBN? PLBN merupakan singkatan dari Pos Lintas Batas Negara, pos terakhir yang berbatasan langsung dengan negara lain. Sedangkan Motaain adalah nama dari PLBN yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Ya, tujuan kami kali ini adalah main ke perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste, 2 negara yang tadinya 1. Total ada 3 perbatasan RI dengan Timor Leste di NTT ini. Pertama adalah PLBN Motaain di Kabupaten Belu, lalu ada PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka dan yang terakhir PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara. Dari ketiganya, PLBN Motaain-lah yang paling ramai dikunjungi. Melihat gerbang itu, mobil kami pun masuk mengikuti jalan yang sudah teraspal rapi hingga ke dalam lokasi parkiran mobil.

Saat turun, pemandangan luar biasa menyambut kami. Gedung-gedung pada zona inti seperti bangunan utama, power house dan bangunan untuk pemeriksaan kendaraan yang masuk berdiri gagah dengan atap menyerupai rumah adat Matabesi. Sentuhan adat Belu yang dulu hilang kini muncul kembali, hanya saja kini tampil dengan lebih modern.

 

(Kini Megah dan Gagahnya Sang Garuda di Perbatasan Pos Lintas Batas Negara)

 

(Pos lintas Batas Negara RI-Timor Leste zaman dahulu)

 

PLBN Motaain ini merupakan salah satu dari sekian banyak PLBN yang dipercantik dan dibuat lebih indah oleh Presiden Jokowi (diresmikan 28 Desember 2016). Menurut Ardi, supir yang membawa saya, dulunya PLBN Motaain ini jelek sekali, mirip seperti kantor kelurahan. Namun sejak diperbarui, kini PLBN Motaain gagah sekali.

Menurut saya, memang sudah seharusnya pos perbatasan dibuat gagah. Hal tersebut guna menunjukkan kepada negara yang berbatasan langsung kalau memang Indonesia ini peduli, menjaga dan memperhatikan daerah perbatasan juga.

Salah satu dari kami diminta untuk menyerahkan KTP kepada satpam ketika kami menuju pos security. KTP tersebut kemudian ditukarkan dengan sebuah kartu pengunjung. 1 kartu untuk 1 kelompok. Hal tersebut kami lakukan sebab kami tidak membawa paspor. Usai mendapat kartu pengunjung, kami bertiga dengan ditemani Ardi, melenggang masuk ke bangunan utama dari PLBN Motaain.

                   

 

(Dokpri:Detik,gedung PLBN pasca revitalisasi.)

 

Bangunan utama ditujukan bagi mereka yang ingin masuk ke Timor Leste dengan tujuan tertentu dan membawa paspor. Semua barang bawaan dan kelengkapan dokumen akan diperiksa di sana. Setelah memenuhi syarat, barulah mereka boleh masuk ke wilayah Timor Leste. Kalau hanya main ke perbatasan seperti yang kami lakukan, paspor tidak diperlukan. Kami pun jalan di bagian samping dari bangunan utama, alias di bagian luarnya.                   

Oh ya sobat, sebelum kita membahas lebih jauh dan bercerita soal pos lintas batas ini. Alangkah baiknya kita harus mengetahui dulu nih sejarah terbentuknya negara Timor Leste, saya yakin dan percaya kalau soal sejarah bangsa dan negara Indonesia, pasti sobat sekalian mengetahuinya dengan baik. Sebab, sejak menekuni pendidikan dari sekolah dasar, sobat sekalian sudah dibekali dan diberi materi sejarah.

Sejarah Singkat Timor Leste...

Republica De Timor Leste, diakui oleh dunia internasional pada tanggal 20 Mei 2002 sebagai negara yang berdaulat, tentunya hal ini didukung oleh perserikatan bangsa-bangsa. Negara Timor Leste,mengadopsi bahasa Portugis sebagai bahasa resmi dan mendatangkan bahan-bahan kebutuhan pokok dari australia sebagai agenda balas budi atas apa yang mereka lakukan untuk kemerdekaanya.

Timor leste,menjadi bagian dari Indonesia pada tahun 1976 sebagai provinsi ke-27 setelah gubernur jenderal Timor Portugis terakhir Mario Lemos Pires melarikan diri dari  Dili setelah tidak mampu menguasai keadaan pada saat terjadi perang saudara. Portugal juga gagal dalam proses dekolonisasi di Timor Portugis dan selalu mengklaim Timor Portugis sebagai wilayahnya.

Pada tanggal 30 Agustus tahun 1999,dibawah perjanjian yang disponsori oleh PBB antara Indonesia dan Portugal, mayoritas penduduk Timor Leste memilih merdeka dari Indonesia. Antara kurun waktu referendum tersebut, kaum anti kemerdekaan mengadakan pembantaian kepada warga sipil yang dimana mengakibatkan ribuan orang memilih mengungsikan diri. Dengan adanya status chaos tersebut, mengakibatkan perekonomian mandek dan beberapa fasililtas umum hancur berantakan.

Oleh karena situasi yang kurang kondusif maka, pada tahun 2002 Timor-Timor diakui sebagai negara oleh dunia Internasional sebagai negara yang merdeka. Dengan status tersebut, posisi Timor-Timur yang dulunya sebgai provisi ke-27 dari Indonesia lepas dari pangkuan Ibu pertiwi.

 

(Dokpri:Risno Pakur/Pagar Perbatasan Republic Democrtatic Timor Leste-Republic Of Indonesia kini)

 

Berwibawanya Pos Lintas Batas Negara..

Dibawah kepemimpinan pemerintahan Presiden Republik Indonsia, Bapak Ir.Joko Widodo, wajah perbatasan mulai dibenah satu persatu. Pembangungan pos lintas batas ini diawali oleh itikad baik pemimpin negara dalam melindungi dan memberikan wibawa yang tinggi bagi sebuah negara berdaulat. Telah kita ketahui bersama, bahwa wajah sebuah negara sesungguhnya, adalah batas negara itu sendiri.

Paling tidak dialah "palang pintu/wajah’" sebuah negara yang berdaulat. Oleh karena itu, menjadi sebuah langkah yang tepat dan kita patut berbangga bahwa masih ada pemimpin i negara ini yang memperhatikan hal ini.

Pos lintas batas negara terpadu merupakan tempat pemeriksaan dan pelayanan keluar masuk orang dan barang dari dan keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menggunakan paspor. Pos lintas batas ini berada di sebuah kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah negara lain.

Fungsi pos lintas batas negara ini adalah memberikan pelayanan di bidang kepabeanan, keimigrasian dan administrasi pengelolaan. Pos lintas batas ini merupakan layanan yang utama bagi masyarakat yang berdomisili di perbatasan.

Antara Jack daniels, dan Red Label, Serta Black Market.....

Tepat di seberang wilayah bangunan utama dari Pos Perbatasan Batugade, dengan hanya dibatasi oleh pagar teralis yang tidak terlalu kokoh, sampailah kami di warung. Kami cukup kaget melihat apa yang dijual di warung tersebut adalah minuman beralkohol semacam Jack Daniels, Red Label, dan sejenisnya dengan harga yang cukup miring. Ada juga beberapa minuman dan makanan lainnya yang tidak akan kalian temukan di Indonesia. Ini bukan Duty Free lho ya, sebab Duty Free ada di bagian zona inti dari Pos Perbatasan Batugade.

Kata warga, sebelum adanya pos lintas batas yang saat ini berdiri megah, disini dulunya banyak praktek penyelundupan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan motif ekonomis yaitu meraih untung yang sebesar-besarnya. Barang-barang yang sering diselundupkan berupa kendaraan, minyak tanah, maupun minuman keras.

Dorongan bagi pelaku penyelundupan ini dikarenakan mereka mendapat untung dengan transaksi dollar yang digunakan oleh warga Timor Leste.

Kalau dengar cerita pengalam seperti ini,jadi ingat Pablo Escobar sang raja selundup barang haram asal Kolombia.

Waktunya Pulang..

Tak terasa, kami sudah menghabiskan waktu 45 menit, mulai dari perjalanan di PLBN Motaain, foto-foto, hingga akhirnya tiba di Pos Perbatasan Batugade dan bersantai serta belanja di sana. Gerbang untuk keluar dan masuk ke wilayah PLBN Motaain hanya dibuka hingga pukul 16.00 WITA, setelah itu gerbang akan ditutup dan tidak akan ada lagi aktivitas di wilayah perbatasan hingga esok hari datang. Hal tersebut membuat kami harus segera bergegas untuk kembali ke wilayah NKRI.

Terima kasih Indonesia dan Timor Leste yang sudah mengizinkan kami untuk bisa jalan-jalan di wilayah perbatasan 2 negara. Merupakan sebuah pengalaman seru bisa berkunjung dan mengabadiakan momen di wilayah perbatasan. Tak bisa dipungkiri, meskipun hanya bangunan biasa di tiap wilayah negara dengan sebuah jalur yang menghubungkan keduanya, PLBN Motaain – Pos Perbatasan Batugade ini bisa dibilang menjadi salah satu destinasi wisata (baru).

Bila ke Belu, jangan lupa mampir ke PLBN Motaain ya dan rasakan seru dan deg-degannya melewati wiayah perbatasan. 

 

Penulis: Risno Pakur