Gua Suci Berisi 300 Lukisan Kuno Dijual, Suku Pribumi AS Menangis

Kamis, 16 September 2021 – 23:32 WIB

Foto: hotcakencyclopedia.com

Foto: hotcakencyclopedia.com

Missouri, REQNews.com -- Lebih seribu tahun lalu penduduk asli AS masuk ke dalam gua gelap dan melukis. Kemarin, 300 lukisan di dalam gua itu dijual sang tuan tanah. Suku Osage, yang nenek moyangnya melukis di dalam gua itu, menangis.

Picture Cave, demikian gua penuh lukisan di Missouri, AS, itu dikenal, dijual dengan harga 2,2 juta dolar AS, atau Rp 31,3 miliar, di Balai Lelang Selkirk Auctioneers & Appraisers.

Yang diketahui orang kulit putih hanya lukisan itu yang berharaga. Bagi Suku Osage, atau Osage Nation, gua itu adalah ruang suci tempat nenek moyang mereka dimakamkan. Gua adalah tempat para tetua suku bertapa memahami semesta raya.

Lukisan di dalam gua itu memberi petunjuk bagi ilmuwan bagaimana suku-suku asli Amerika hidup, dan apa yang mereka yakini.

"Nenek moyang kami dimakamkan di gua tiu," kata Andreas Hunter, petugas pelestarian sejarah Osage Nation kepada CNN. "Nenek moyang kita juga yang melukis di dinding gua dan melakukan ritual. Itu benar-benar situs paling suci bagi kami, dan seharusnya menjadi milik kami."

Sejak 1953, Picture Cave dan tanah seluas 43 hektar di sekelilingnya dimiliki Keluarga St Louis. Keluarga menggunakan tanah itu untuk berburu, seraya berusaha menjaga gua itu.

Bryan Laughlin, direktur eksekutif Selkirk Auctioneers & Appraisers, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir Keluarga St Louis membahas kemungkinan menjual situs itu.

Osage Nation tahu rencana penjualan itu, dan berusaha mengambilnya kembali. Selama beberapa bulan Osage Nation, bersama Dana Konservasi dan US Fish and Wildlife Service, membahasa kemungkinan menjual gua itu ke Osage Nation.

Perundingan gagal, karena kedua pihak tidak bisa menyepakati harga. Osage Nation hanya bisa meratapi ketidak-mampuannya mendapatkan kembali situs paling suci itu.

Osage Nation mampu membeli gua itu karena penilai real estate memperkirakan harganya antara 420 ribu sampai 450 ribu dolar AS, atau Rp 5 miliar sampai Rp 6,4 miliar.

Keluarga St Louis tidak senang. Ia mempresentasikan gua itu di rumah lelang, dan yakin akan mendapatkan satu juta sampai tiga juta dolar, Rp 14,2 miliar sampai Rp 42,7 miliar.

"Bagi saya, yang membingungkan adalah Keluarga St Louis tiak dapat menyadari signifikansi dan nilai instrinsik sejarah akan membuatnya jauh lebih besar dari sekedar lukisan kali jumlah tertentu," kata Laughlin.

Awal 2021, Picture Cave diumumkan akan dilelang. Bagi masyarakat Pribumi AS situasi ini sangat mengkhawatirkan.

Carol Diaz-Granados, antropolog yang menghabiskan dua dekade meneliti gua dan menulis buku misteri gua itu, menyebut penjualan itu keliru dan tidak etis.

"Ini benar-benar pesan yang salah, bahwa situs suci Indian Amerika Kuno dapat dibeli dengan jumlah uang yang tepat," katanya.


Pembeli tak Diketahui

Osage Nasion, yang diwakili Dana Konservasi, adalah salah satu penawar dalam lelang itu. Namun, seorang penawar tak dikenal berani membeli dengan harga tinggi. Osage Nation tak punya uang lebih banyak lagi.

"Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata betapa kami patah hati," kata Hunter.

Dalam beberapa tahun terakhir, suku-suku asli AS merebut kembali tanah leluhur mereka melalui berbagai metode. Sejumlah suku mengumpulkan dana untuk membeli kembali tanah mereka, yang lain meminta tanah mereka dikembalikan.

Tidak jelas apakah Osage Nation akan bisa mengambil kembali Picture Cave.

Pembeli baru belum diidentifikasi, tapi Laughlin mengatakan pembeli adalah pelestari gua yang juga bekerja melestarikan gua di Midwestt dan sekitar Amerika Utara.

"Saya yakin pembeli akan merawat gua itu," kata Laughlin. "Balai lelang hanya bisa menjual kepada penawar tertinggi."

Kini, Osage Nation berusaha mencari tahu siapa pembeli gua itu untuk memastikan situs suci nenek moyang mereka terawat dan terlindungi. Namun, mereka tetap mengklaim situsi itu milik mereka yang seharusnya dikembalikan.