IFBC Banner

Cerita Horor Lokasi Kecelakaan Vanessa Angel! Dijuluki 'Blank Spot', Makan Korban 3 Kali Seminggu

Sabtu, 06 November 2021 – 08:30 WIB

kisah horor lokasi kecelakaan Vanessa Angel (Foto: Istimewa)

kisah horor lokasi kecelakaan Vanessa Angel (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Siapa sangka, ruas Tol Nganjuk-Jombang yang menjadi lokasi kecelakaan Vanessa Angel ternyata menyimpan sejumlah kisah horor.

IFBC Banner


Rupanya, bukan baru sekali dua kali saja kecelakaan maut terjadi di lokasi tersebut. Dalam seminggu terakhir, bahkan sudah tiga kali terjadi kecelakaan di ruas Tol Nganjuk-Jombang, termasuk kecelakaan yang merenggut nyawa Vanessa-Bibi.

Seorang pengendara yang rutin melintas di lokasi ini, Aven Januar membeberkan sejumlah fakta mengejutkan. Pria yang berprofesi sebagai freelance fotografer itu menyebut bahwa lokasi kecelakaan Vanessa Angel sebagai blank spot.

"Blank Spot itu adalah angin samping. Tekanan angin di area blank spot tersebut berkecepatan sangat tinggi," tulis Aven Januar di laman Facebooknya, dikutip Sabtu, 6 November 2021.

Diungkapkan Aven, lokasi tersebut memang sering memakan korban.

"Ruas tol ini cukup banyak memakan korban. Berdasar data dari warga di sekitar dalam 7 hari belakangan ini sudah terjadi 3 kecelakaan beruntun, termasuk di antaranya truk yang terbakar sendiri di ruas tol tersebut," jelasnya.

Berikut penjelasan lengkap Aven Januar dikutip dari akun Facebooknya yang viral:

BLANK SPOT DI RUAS TOL NGANJUK - JOMBANG

Bagi yang rutin lewat tol dari jakarta atau surabaya.
Aku nyebutnya Blank Spot ya antara nganjuk sampai jombang. Bagi yang belum rutin lewat situ, coba di search di Google kenapa Kota Nganjuk disebut Kota ANGIN.

Apapun jenis kendaraan anda, yang murah atau yang mahal sekalipun kecuali anda naik Tank Leopard ya. Anda tak bisa menghindar kecepatan angin saat melintas di ruas tol tersebut.

Blank Spot itu adalah ANGIN SAMPING. Tekanan angin di area blank spot tersebut berkecepatan sangat tinggi.

Hembusan angin di Nganjuk itu berdasar catatan BMKG berkecepatan sedang dan tinggi. Jika dalam kondisi kecepatan sedang itu antara 25 Km/jam sampai 35 km/jam. Jika tinggi di atas 35 km/jam.

Catatan selanjutnya terkait aerodinamika mobil, ada banyak catatan di google terkait ini, salah satunya adalah foto yang saya sertakan dibawah ini yang umum disebut aerodinamika mobil yang disesuaikan dengan Hukum Bernoulli.

Maaf karena saya hanya ahli mengemudi dan bukan ahli hukum fisika jadi soal hukum bernoulli bisa dilihat di google ya.

Intinya jika kecepatan udara sedang tinggi maka tekanan ke arah mobil semakin kecil. Dan secara tidak langsung akan memberikan dampak naiknya kecepatan mobil hingga 15% dari kecepatan mobil sebenarnya.

Maka itu bagi penggemar F1 bisa lihat melalui perbandingan downforce bagi satu mobil F1 yang disesuaikan dengan lokasi sirkuit.

Misal di hungaroring belgia, yang membutuhkan downforce tinggi artinya kecepatan angin di hungaroring sangat tinggi sehingga membutuhkan downforce tinggi dengan harapan kecepatan mobil turun dan bisa melahap tikungan cepat dan tikungan lambat di hungaroring.

Beda jika Sirkuitnya di Monaco yang downforce rendah yang mana kecepatan anginnya rendah. Maka sebanyaknya piranti seperti sayap belakang dan sayap depan akan dikecilkan dengan harapan kecepatan mobil bisa naik dan bisa lebih cepat dalam melahap tikungan cepat ala monaco.

Pembelajaran serius terkait kecelakaan pasangan muda Vanessa Angel. Banyak pelaku perjalanan meremehkan ruas tol nganjuk - Jombang yang merupakan bagian dari Ruas Tol Ngawi - Kertosono yang sepanjang 87,2 km.

Ruas tol ini cukup banyak memakan korban. Berdasar data dari warga di sekitar dalam 7 hari belakangan ini sudah terjadi 3 kecelakaan beruntun, termasuk di antaranya truk yang terbakar sendiri di ruas tol tersebut.

Jika kita melihat kondisi ruas tol tersebut di siang hari kondisi tekanan kecepatan angin samping sangat tinggi sehingga sangat memungkinkan jika kondisi pengemudi kelelahan ataupun tidak fokus maka pada beberapa titik flyover di ruas tol itu akan terkaget karena mobil terasa bergerak ketengah atau kesamping dengan sendirinya.

Didorong kondisi mobil dalam kecepatan di atas 100 km per jam maka jika disesuaikan dengan hukum bernouli saat mobil bergerak kesamping itu sudah memiliki kecepatan 115 km perjam tanpa pengemudinya sadar.

Maka itu jika berdasar berita yang tertulis, kondisi pengemudi artis VA ini sedang mengantuk dan tiba tiba menabrak pembatas jalan disebelah kiri.

Terkait kecepatan saat menabrak, belum ada catatan kepolisian yang jelas.

Sebelum jalur tol itu ada, Ruas Jalan Nasional Nganjuk - Baron - Kertosono - Perak - Jombang, itu juga adalah jalur maut.

Selain kondisi jalan bergelombang juga didukung faktor kecepatan angin yang tinggi, menyebabkan manuver mobil bisa berubah ubah arah tak terkendali.

Maka penting bagi siapapun yang melintas ruas tol tersebut baik dari arah surabaya ataupun dari arah jakarta perhatikan ruas tol tersebut.

Setidaknya beristirahat dulu jika mengalami kelelahan di rest area yang tersedia sebelum melintas jalur maut tersebut.

Atau jika terpaksa melanjutkan, turunkan kecepatan anda pada kondisi dalam kendali anda yakni 70 - 80 km perjam.

Salam saya,
Aven Januar.