IFBC Banner

Mengenal Wayang Kulit, Seni Tradisional Indonesia yang Sempat Diklaim dari Malaysia oleh Adidas

Selasa, 16 November 2021 – 13:02 WIB

Ilustrasi pertunjukan Wayang Kulit (Foto: Istimewa)

Ilustrasi pertunjukan Wayang Kulit (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini Adidas membuat geger masyarakat Indonesia, setelah mengklaim Wayang Kulit berasal dari Malaysia. Unggahan tersebut dibuat oleh akun Instagram resmi milik Adidas Singapura @adidassg.

IFBC Banner


Pada unggahan tersebut perusahaan olahraga asal Jerman itu memperlihatkan pihaknya yang tengah mempromosikan koleksi Ultraboost City Pack yang diunggah pada Selasa 9 November 2021 lalu. Terkait kesalahan tersebut, pihak Adidas pun sudah meminta maaf.

Dikutip dari berbagai sumber, Wayang Kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa yang sudah ada sejak 1500 SM dan difungsikan sebagai medium untuk mendatangkan arwah leluhur. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. 

Kepercayaan terhadap arwah leluhur berkorelasi dengan sistem kepercayaan masyarakat Jawa zaman prasejarah, di mana masyarakat pada zaman tersebut melakukan ritual penyembahan kepada arwah leluhur atau nenek-moyang atau kepercayaan kepada hyang.

Wayang pada masa itu digunakan sebagai media pemujaan kepada arwah leluhur, dengan sebutan hyang atau dahyang. Apabila berkomunikasi dengan roh-roh itu masyarakat Jawa memerlukan bantuan seorang syaman.

Proses ini merupakan cikal bakal dari sejarah wayang yang berasal dari kata hyang, kemudian disebut wayang dan syaman adalah dalang. Masuknya kebudayaan Hindu ke Jawa mempengaruhi kisah pewayangan yang disampaikan dalang.

Pertunjukan wayang yang semula menceritakan mitos nenek moyang berganti ke epos Mahabharata dan Ramayana karena ada kesamaan, yaitu memuja dewa-dewa. 

Orang Jawa mengadopsi dewa dan pahlawan India dan mencampurnya dengan mitos kuno tentang asal-usul dan kepahlawanan nenek moyang, maka terjadi akulturasi Hindu ke Jawa dan proses Jawanisasi budaya Hindu.

Dalam pertunjukan, dalang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.

Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir.

Karena itulah, ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan,' hal ini disebabkan karena dalam pertunjukan, penonton bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja.

Wayang Kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).