Desa di Bali Ini Larang Keras Warganya Poligami, Jika Melanggar Hukumannya Super Ngeri!

Jumat, 03 Desember 2021 – 15:31 WIB

Desa Penglipuran, Bali (Foto: Tiket.com)

Desa Penglipuran, Bali (Foto: Tiket.com)

JAKARTA, REQnews - Tahukah kamu? Ada salah satu desa di Pulau Dewata Bali yang menetapkan larangan keras bagi warganya untuk poligami. Desa yang dimaksud adalah Desa Penglipuran.

Desa Penglipuran dikenal masih sangat menjunjung tinggi adat dan budaya tradisional Bali. Termasuk menerapkan larangan poligami.

"Yang paling menarik adat kami di sini tidak boleh poligami poliandri," kata pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, dikutip Jumat, 3 Desember 2021.

Bukan tanpa alasan, aturan itu diterapkan karena warga desa punya satu pandangan bahwa kesejahteraan rumah tangga hanya bisa dicapai bila ada satu suami dan satu istri.

"Memang warga kami itu sepakat untuk kebahagiaan kesejahteraan dalam rumah tangga itu kalau poligami poliandri itu tidak baik, akan lebih mudah kita mendapatkan kesejahteraan keamanan apabila di keluarga itu satu suami satu istri," jelas Moneng.

Lebih lanjut Moneng menjelaskan, jika ada warga yang melanggar aturan tersebut makan akan dikenakan sanksi yang cukup memberatkan. Orang tersebut akan diasingkan ke tempat yang jauh dari permukiman warga. Dia juga tidak diizinkan melewati jalur utama yang biasa dilalui warga lainnya.

"Ya seperti kayak diasingkan gitu, tapi tidak ditutup tapi tetap berkomunikasi dengan masyarakat, hanya lewat jalur utama tidak boleh," ujarnya.

Desa Penglipuran ini memang masih sangat menjaga aturan adat semacam ini yang mereka sebut Awig-Awig.

"Jelas aturan-aturan itu mengikat warganya yang mana nggak boleh poligami dan harus menjaga tata tertibnya, serta buang sampah juga menjadi aturan kami bagaimana sampah di rumah tangga bagaimana dia membuang sampahnya itu ada aturannya," tandasnya.