IFBC Banner

Menengok Keindahan Desa Wae Rebo, Juara I Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Rabu, 08 Desember 2021 – 10:35 WIB

Kampung Adat Wae Rebo (Foto:factsofindonesia)

Kampung Adat Wae Rebo (Foto:factsofindonesia)

JAKARTA, REQNews - Kampung Adat Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, meraih juara I Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021 kategori Daya Tarik Wisata.

ADWI merupakan ajang pemberian penghargaan kepada 50 desa wisata yang memiliki prestasi berdasarkan penilaian dari Kemenparekraf.

Malam penganugerahan Desa Wisata Indonesia 2021 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertemakan 'Indonesia Bangkit' disiarkan secara langsung melalui akun YouTube resmi Kemenparekraf pada Selasa malam, 7 Desember 2021.

Desa Wae Rebo terletak di ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang.

Lokasinya yang terpencil meniadakan akses jalan yang layak menuju ke Wae Rebo. Pengunjung dari luar harus menempuh berjalana kaki selama 3 jam. Tentunya bukan jalan setapak yang mudah. Topografi lembah dan bukit mendominasi selama perjalaan. Lebatnya hutan juga menjadi tantangan sendiri menuju Desa Wae Rebo.

Menurut legenda masyarakatnya, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat. Masyarakat adat Desa Wae Rebo mengungkapkan ribuan tahun lalu, nenek moyang mereka menjelajah menggunakan kapal. Hingga mereka mendarat di Pulau Flores, tepatnya di Nanga Paang, sebelah timur Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai.

Desa Wae Rebo memiliki bentang alamnya yang indah pantaslah bila UNESCO menjadikannya konservasi warisan budaya Asia Pasifik. Alamnya yang eksotis embuat wisatawan lokal hingga mancanegara menyambanginya.

Desa Wae Rebo ikelilingi perbukitan dan pegunungan, seolah desa ini mengisolasi diri. Aksesnya juga sangat minim, perlu melewati hutan dengan tanjakan dan turunan yang beragam. Begitulah yang dilakukan leluhur masyarakat Wae Rebo. Empo Maro adalah pendiri desa Wae Rebo yang sebelumnya berpindah-pindah. Hingga tepat pada 1.080 tahun lalu menetap pada lembah Golo Pando yang sekarang disebut Wae Rebo.

Keunikan lain Desa Wae Rebo berada pada rumah adatnya. Bentuknya unik dan masih memiliki unsur Minang. Rumah adat Desa Wae Rebo bernama Mbaru Niang. Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang. Niang Dangka memiliki tinggi 15 meter dengan susunan 5 lantai. Tiap lantai punya peruntukan dari tempat tinggal hingga ritual adat. Satu Mbaru niang bisa ditinggali 6 hingga 8 keluarga. Ada 7 Mbaru Niang yang berada di Desa Wae Rebo.

Kopi adalah produk unggulan mereka. Perkebunan kopi jenis robusta berada 700 meter di sekitar desa. Lelaki bertugas merawat kebun, sedangkan perempuan membuat kain ternun bernama cura. Menurut warga, kopi robusta Wae Rebo ditanam pertama kali pada tahun 1960 an. Rasanya benar-benar kuat dengan aroma fruity dan sedikit asam.