IFBC Banner

Yuk Berwisata ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Menengok Kejayaan Perdagangan Tempo Doeloe

Kamis, 16 Desember 2021 – 12:31 WIB

Pelabuhan Sunda Kelapa (Foto:helloindonesia)

Pelabuhan Sunda Kelapa (Foto:helloindonesia)

JAKARTA, REQNews - Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan salah satu pelabuhan tertua di Indonesia. Meski disebut pelabuhan, aktivitas yang terjadi di tempat ini hanyalah bongkar muat barang. Oleh karena itu, tempat ini sekarang telah disulap menjadi tempat wisata bersejarah.

Pelabuhan yang menjadi cikal bakal kota Jakarta ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-5 Masehi. Saat itu Pelabuhan Sunda Kelapa berada di bawah Kerajaan Taruma Negara.

Ditempat ini wisatawan bisa melihat kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan dan bahkan ikut mencicipi naik perahu dengan membayar Rp50.000,00 dengan view Sunda Kelapa.

Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektare serta luas perairan kolam 16.470 hektare, terdiri atas dua pelabuhan utama dan pelabuhan Kalibaru.

Lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua.

Dulunya Sunda Kelapa yang memiliki lokasi strategis berhasil menjadi salah satu pelabuhan penting di Pulau Jawa. Tidak hanya para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara yang melakukan aktivitas perdagangan di pelabuhan ini, tetapi juga para pedagang asing dari luar negeri, seperti Cina, Timur Tengah, India, Inggris dan Portugal.

Memasuki abad ke-19, Pelabuhan Sunda Kelapa mulai sepi akibat pendangkalan air di area sekitar pelabuhan. Hal ini membuat kapal sulit untuk berlabuh. Padahal saat itu Terusan Suez baru saja dibuka. Itu seharusnya menjadi peluang besar bagi Pelabuhan Sunda Kelapa untuk berkembang lebih pesat lagi. Melihat pelabuhan ini belum bisa memanfaatkan sepenuhnya potensi yang diberikan oleh Terusan Suez, Belanda kemudian mencari tempat lain untuk mengembangkan pelabuhan baru. Pilihan kemudian jatuh ke kawasan Tanjung Priok.

Tanjung Priok kemudian berhasil berkembang menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia. Dengan adanya Pelabuhan Tanjung Priok, peran Pelabuhan Sunda Kelapa dalam perdagangan nusantara semakin kecil. Kini, pelabuhan yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ini tidak terlihat seramai masa jayanya.

Pelabuhan ini kini hanya melayani kapal antar pulau di Indonesia. Kini peran Pelabuhan Sunda Kelapa lebih sebagai situs sejarah karena nilai sejarahnya yang tinggi. Bangunan peninggalan Belanda di sekitar kawasan pelabuhan juga digunakan sebagai museum. Terdapat beberapa museum di sekitar pelabuhan, seperti Museum Bahari, Museum Fatahillah, dan Museum Wayang.