Hari Lingkungan Hidup Indonesia! Begini Dampak Perubahan Iklim dan Cara Sederhana Mengatasinya

Senin, 10 Januari 2022 – 20:42 WIB

Ilustrasi pelestarian lingkungan hidup (Foto: Istimewa)

Ilustrasi pelestarian lingkungan hidup (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Setiap tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Indonesia. Saat ini, Indonesia bahkan dunia dihadapkan pada kondisi yang menyedihkan, karena lebih dari satu juta spesies terancam punah.

Bahkan, kadar karbon dioksida di atmosfer terus meningkat dan bumi diguncang oleh serangkaian perubahan iklim yang dipicu kejadian cuaca ekstrem. Tak hanya itu, bahkan dunia terus bergulat dengan pandemi mematikan yang sepertinya tidak akan pernah berakhir.

Presiden Joko Widodo, dalam rangkaian kunjungannya ke tiga negara untuk menghadiri sejumlah agenda konferensi pada 29 Oktober hingga 5 November 2021 menyampaikan bahwa Indonesia sangat konsisten terhadap isu perubahan iklim yang kini tengah dihadapi dunia. 

"Posisi Indonesia untuk isu perubahan iklim adalah sangat konsisten. Kita bekerja keras untuk memenuhi apa yang sudah kita komitmenkan. Kita tak ingin ikut dalam retorika yang pada akhirnya tidak dapat kita jalankan," ujar Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat 29 Oktober 2021.

Jokowi pun hadir di Glasgow, Skotlandia untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2021 yang juga dikenal sebagai COP26 pada 1-2 November 2021.

Menurutnya, Indonesia memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam isu perubahan iklim. Yaitu sebagaimana diketahui, Indonesia adalah salah satu pemilik hutan tropis dan hutan mangrove terbesar di dunia.

"Sehingga sudah menjadi komitmen Indonesia untuk menjadi bagian solusi. Isu perubahan iklim harus terus diletakkan dalam kerangka pencapaian target SDG's sehingga hasilnya akan dapat berkelanjutan," kata Jokowi.

Namun, Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menilai pidato itu tidak memperlihatkan komitmen serius dan ambisius yang merupakan inisiatif pemerintah Indonesia. Ia mengatakan sebagai bagian dari 20 ekonomi terbesar di dunia, dan 10 negara pengemisi terbesar, seharusnya Indonesia memimpin dengan komitmen ambisius dan aksi nyata untuk dekarbonisasi ekonomi.

"Yaitu dengan berkomitmen untuk mencapai karbon netral pada 2050, menghentikan dominasi batubara pada sektor energi, dan tidak menggantungkan diri pada perdagangan karbon yang merupakan solusi palsu terhadap krisis iklim,” kata Leonard dalam keterangan tertulisnya pada Selasa 2 November 2021.

Leonard mengatakan Indonesia seharusnya bisa menjadi contoh bagi banyak negara berkembang. Yaitu dengan memutus ketergantungan terhadap energi kotor, mewujudkan nol deforestasi, serta tidak bergantung pada dukungan internasional.

Bahkan, Greenpeace membantah sejumlah pernyataan Jokowi dalam pidatonya di COP26, yaitu terkait klaim laju deforestasi turun signifikan terendah dalam 20 tahun terakhir. Menurut Greenpeace, Deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 2,45 juta ha/tahun (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha/tahun (2011-2019).

Leonard menyebut bahwa tren penurunan deforestasi dalam rentang 2019-2021, tidak lepas dari situasi sosial politik dan pandemi yang terjadi di Indonesia sehingga aktivitas pembukaan lahan terhambat.

"Faktanya dari tahun 2002-2019, saat ini terdapat deforestasi hampir 1,69 juta hektar dari konsesi HTI dan 2,77 juta hektar kebun sawit. Selama hutan alam tersisa masih dibiarkan di dalam konsesi, deforestasi di masa depan akan tetap tinggi," kata Leonard.

 

Dampak Perubahan Iklim

Perubahan iklim global membawa banyak dampak negatif terhadap bumi dan makhluk hidup, bahkan dampaknya kini mulai dirasakan di setiap kehidupan manusia secara perlahan.

Kali ini, REQnews.com telah merangkum 4 dampak perubahan iklim global yang harus menjadi perhatian. Simak ya!

1. Memengaruhi Kualitas Air

Secara tidak langsung, perubahan iklim akan memengaruhi kualitas hingga kuantitas air bersih yang tersedia di bumi. Meski perubahan iklim global cenderung meningkatkan intensitas hujan, namun air justru berpotensi untuk tidak terserap ke dalam tanah dan langsung bermuara ke laut sehingga tidak dapat dikonsumsi.

2. Memicu Kepunahan Makhluk Hidup

Dampak dari perubahan iklim yang dapat terlihat yaitu dengan terjadinya kepunahan masal berbagai spesies binatang. Karena, habitat alami dari berbagai binatang tersebut cenderung rusak sebagai akibat dari kegiatan manusia.

3. Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem, merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim yang peling nyata. Karena, adapun indikator terjadinya cuaca ekstrem tersebut antara lain seperti meningkatnya suhu, permukaan air laut yang semakin naik, suhu air laut yang meningkat, pencairan gletser dan lapisan es kutub, serta peningkatan curah hujan.

 

4. Wabah Penyakit Meningkat

Perubahan iklim global juga dapat memicu terjadinya berbagai wabah penyakit di berbagai belahan dunia. Itu diakibatkan dari paparan sinar matahari berupa ultraviolet sehingga membuat manusia rentan untuk terserang berbagai penyakit.

 

Cara Menjaga Lingkungan

Namun, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan. Dirangkum dari berbagai sumber berikut cara sederhana untuk menjaga lingkungan!

1. Menghemat Energi

Cara pengendalian perubahan iklim global yang kedua adalah dengan hemat energi. Semaksimal mungkin, kebijakan pemerintah serta peran masyarakat harus seimbang dalam menggunakan bahan bakar secara bijak.

2. Reboisasi Hutan

Proses reboisasi juga dapat berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Berbagai spesies hewan dapat memiliki habitatnya kembali hingga suhu bumi yang semakin terjaga dari pemanasan global.

3. Menghemat Penggunaan Air

Menurut The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan terjadi kekurangan air bersih dalam skala global pada tahun 2030. Dengan menghemat air, Kamu tentu dapat membantu mencegah terjadinya hal tersebut.

4. Menghemat penggunaan listrik

Listrik merupakan salah satu sumber panas, yang berarti menyumbang pada peningkatan suhu bumi. Untuk itu, penghematan energi listrik perlu dilakukan agar konsumsi daya pada pembangkit listrik pun berkurang, sehingga panas yang dihasilkan pun menurun.

5. Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Penghijauan

Jika memiliki lahan kosong di rumah, manfaatkan lahan tersebut untuk ditanami tumbuhan. Selain itu, bisa juga memanfaatkan pot atau media lainnya untuk menanam. Karena, selain mencegah efek rumah kaca, manfaat yang dapat dirasakan adalah udara bersih yang dihasilkan dari tumbuhan tersebut.

6. Buang Sampah Pada Tempatnya

Sampah menjadi permasalahan terbesar di Indonesia, sekian ton kubik sampah dihasilkan dari berbagai aktivitas atau kegiatan di masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan juga menjadi sebuah pemandangan yang sudah tidak asing lagi.