K-Pop: Wang Yiren Everglow Melakukan Soja, Sekujur Korea Marah dan Netizen Cina Membela

Selasa, 11 Januari 2022 – 08:57 WIB

Foto: Russia Today

Foto: Russia Today

Seoul, REQNews.com -- Wang Yiren, anggota girlband K-Pop Everglow asal Cina, dikecam habis-habisan akibat tidak berlutut di depan penggemar seperti yang dilakukan rekan-rekannya. Sebagai gantinya, Wang Yiren membuat isyarat tangan tradisional Cina.

Cuplikan pertunjukan awal Januari 2022, ketika Wang Yiren menolak berlutut tradisional Korea, viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Saat itu Wang Yiren melakukan soja, salam khas Tiongkok dengan satu tangan mengepal menempel di telapak tangan lainnya, untuk mengucapkan terima kasih dan selamat Tahun Baru.

Saat yang sama, rekan-rekannya di Everglow melakukan Jeol, atau salam khas Korea dengan meletakan tangan yang satu di atas tangan yang lain dan berlutut.

Dua budaya diperlihatkan di atas panggung, tapi itu tidak bisa diterima publik Korea. Di Korea, Wang Yiren dikecam. Di Cina, Wang Yiren dipuji.

South China Morning Post memberitakan banyak warga Cina mendesak Wang Yiren kembali ke Cina. "Jangan cari duit di Korea," tulis satu netizen Cina.

Di Korea, seorang kometator menulis di situs berita allkpop.com; "Semua itu menunjukan betapa orang Cina arogan dan tidak menghormati atau mempertimbangkan budaya bangsa lain."

"Berhentilah menghasilkan uang Korea, kembali ke negaramu," tulis komentator lain.

Apa yang salah dengan Wang Yiren?

Tradisi Cina juga mengenal gerakan menghormat dengan cara berlutut yang disebut kowtow. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi.

Sebagai wilayah yang berdekatan dengan Cina, Korea terkena pengaruh Konfusius dan mengadopsi gerakan ini. Terlebih, Korea pernah menjadi negara protektorat Kekaisaran Manchu sampai Jepang menginvasi.

Revolusi Xinhai 1911-1912, dilanjutkan Revolusi Kebudayaan setelah Partai Komunis berkuasa di Cina, mengakhiri tradisi kowtow. Gerakan menghormat seperti itu dianggap tidak pantas, dan hanya dilakukan seorang budak.

Di Korea, kowtow memperoleh nama baru, yaitu Jeol. Tradisi ini tetap hidup sebagai cara menyapa orang lain dan mengucapkan terima kasih.

Wang Yiren tahu dirinya menimbulkan kontroversi. Kepada Yehua Entertainment, pengelola Everglow, Wang mengatakan akan istirahat.

"Saya ingin pulang ke Cina dan istirahat sampai akhir Februari untuk fokus pada studi," kata Wang kepada Yehua Entertainment. "Saya tidak melihat keluarga sejak awal pandemi Covid-19.

Everglow akan melanjutkan jadwal tur dengan lima anggota. Apakah Wang Yiren akan kembali? Segalanya tergantung sikap masyarakat Korsel dan Cina.