Microsoft Akuisisi Perusahaan Video Game Activision Blizzard Rp 986,1 Triliun

Selasa, 18 Januari 2022 – 22:56 WIB

Foto: venturebeat.com

Foto: venturebeat.com

California, REQNews.com -- Microsoft mengumumkan rencana mengakuisisi Activison Bizzard, perusahaan video game yang sukses dengan blockbuster Warcraft, Overwatch dan Call of Duty, senilai 68,7 miliar dolar AS, atau Rp 986,1 triliun.

Siaran pers Microsoft menyebutkan Bobby Kotick, CEO Activison Bizzard, akan melanjutkan perannya. Kotick tampaknya bisa tersenyum lebar, karena sebelumnya karyawan Activison Bizzard mogok dan menuntutnya mundur.

Kotick disebut-sebut tahu masalah pelecehan seksual dan diskriminasi yang meluas di perusahaan selama bertahun-tahun.

"Kami percaya kesuksesan kreatif dan otonomi berjalan seiring dengan meperlakukan setiap orang bermartabat dan memiliki rasa hormat," kata Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming, dalam pernyataan yang dikutip CNN.

"Kami menantikan untuk memperluas budaya inklusi proaktif kami ke tim-tim hebat di seluruh Activison Bizzard," lanjutnya.

Transaksi belum bisa dilakukan karena masih menunggu persetujuan pemegang saham Activison Bizzard. Kesepakatan akan ditutup tahun 2023.

Sebelum transaksi terjadi, Activison Bizzard akan beroperasi secara independen. Setelah transaksi, Activison Bizzard akan melapor ke Phil Spencer.

Di lantai bursa, saham Activison Bizzard melonjak hinggal 30 persen menjelang pembukaan Selasa pagi. Saham Microsoft justru turun 1,5 persen.

Game menjadi fokus utama Microsoft dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, pandemi menyebabkan orang lebih banyak tinggal di rumah dan menghabiskan waktu brmain.

Pada Januari 2021, di tengah tingginya permintaan akan konsol Xbox Series X dan Series X, pendapatan Microsoft melampaui 5 miliar dolar AS, atau Rp 71,7 triliun, kali pertama.

Akuisisi ini akan meningkatkan bisnis game Microsoft dengan penambahan penambahan game Activison Bizzard dan 400 juta pemain aktif bulanan. Microsoft juga akan mengakuisisi studio game global Activision dengan hampir 10 ribu karyawannya.

Rencana Microsoft untuk cloud gaming akan dipercepat oleh kesepakatan, dan perusahaan berharap mendorong komunitas Xbox ke ponsel, tablet, laptop, dan perangkat lain secara global. Judul populer dari Activision seperti Candy Crush juga akan meningkatkan posisi Microsoft di game mobile.

"Memperoleh Activision akan membantu kami memulai upaya MSFT yang lebih luas dan pada akhirnya pindah ke metaverse dengan game monetisasi pertama dari metaverse," kata Dan Ives, analis Wedbush.

Metaverse dipuji sebagai langkah besar berikut untuk industri teknologi, meski masih ada jalan panjang dunia virutal menjadi kenyataan. Video game kemungkinan akan memainkan peran sentral.

Satya Nadella, CEO Microsoft, mengatakan; "Gaming adalah kategori paling dinamis dan menarik dalam hiburan di semua platform saat ini, dan akan memainkan peran kunci dalam pengembangan platform metaverse.