Kehidupan Gembong Narkoba El Chapo Guzman di Penjara: Pesta Seks, Narkoba, dan Fasilitas Mewah

Minggu, 23 Januari 2022 – 15:20 WIB

Foto: archyde.com

Foto: archyde.com

Mexico City, REQNews.com -- Seperti koruptor di Indonesia, gembong narkoba Joaquin 'El Chapo' Guzman mengubah penjara dari hotel prodeo menjadi hotel bintang lima, dengan dirinya sebagai tamu kehormatan.

Praktek ini diungkap penulis Annabel Hernandez dalam buku Emma and the Other Narco Women yang akan rilis 25 Januari 2022. Anabel menghabiskan bertahun-tahun, terutama selama El Chapo Guzman menghuni penjara Puente Grande, untuk menulis buku ini.

"Selama bertahun-tahun di penjara Puente Grande, El Chapo menjadi pacandu narkoba dan seks," tulis Anabel Hernandez. "Ia membawa pelacur dari luar. Jika tidak memungkinkan ia membayar perawat, petugas kebersihan, juru masak, dan wanita yang bekerja di penjara, untuk melayani kebutuhan seks El Chapo yang luar biasa."

El Chapo tidak sendirian di penjara itu. Ada Hector Luis Palma Salazar, juga pengedar narkoba Sinaloa yang menjalani hukuman. Keduanya terlibat persaingan siapa paling lama berhubungan seks, dan paling banyak menghasilkan anak perempuan.

El Chapo membujuk wanita tahanan di penjara itu. Salah satunya Zulema Yulia Hernandez, wanita perampok yang bersedia melayani nafsu El Chapo

Layanan Zulema tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Zulema hamil dua kali, yang membuat El Chapo mengatur aborsi dari penjara.

Untuk semua itu, El Chapo meminta Arturo Beltran Leyva, sepupunya dan pengedar narkoba yang masih aktif, untuk terus mengirim uang. El Chapo benar-benar mengubah penjara menjadi hotel bintang lima.

Sebagai bos, El Chapo tidak mungkin menyantap makanan penjara. Ia memesan makanan dari salah satu restoran mewah Meksiko. Jumlah viagra yang dipesan El Chapo lebih dari cukup untuk menjelaskan persaingannya dengan Salazar.

El Chapo masuk penjara Puente Grande tahun 1993 karena memerintahkan pembunuhan Kardinal Juan Jesus Posadar Ocampo. Setelah delapan tahun menjalani kehidupan mewan di penjara, El Chapo bosan juga. Januari 2001 ia melarikan diri.

Versi resmi petugas penjara mengatakan El Chapo lari dengan gerobak cucian. Anabel Hernandez percaya El Chapo meninggalkan penjara dengan pakaian polisi. Artinya, ada keterlibatan pejabat federal dan pihak berwajib lain dalam pelarian gembong narkoba ini.

Tahun 2019, El Chapo ditangkap lagi dan diekstradisi ke AS. Ia kini mendekam di penjara keamanan maksimum di Colorado. Tentu saja tidak ada kemewahan yang bisa dinikmati.

El Chapo Guzman menunjukan kepada kita betapa hanya di negara dengan tingkat korupsi tinggi penjahat bisa mengubah ruang penjara menjadi hotel bintang lima.