Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

500 Seniman Ramaikan Pentas Java International Folklore

Jumat, 12 Juli 2019 – 13:30 WIB

Festival Sindoro Sumbing 2019 (Foto: Istimewa)

Festival Sindoro Sumbing 2019 (Foto: Istimewa)

TEMANGGUNG, REQnews - Sekitar 500 pelaku seni dari beragam kebudayaan daerah dan mancanegara bakal meramaikan pentas "Java International Folklore" (Jifolk) di Alun-Alun Temanggung, Jawa Tengah. Jifolk merupakan rangkaian Festival Sindoro Sumbing.

Direktur Festival Sindoro Sumbing Imam Abdul Rofiq mengatakan sejumlah seniman tersebut bakal tampil pada 12-14 Juli 2019 mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Asal tahu saja, folklore berbentuk seni pertunjukan ini berasal dari 11 kota dan 11 negara.

Ia menyebutkan pada Jumat 12 Juli 2019 malam nanti, akan ada lima kesenian yang ditampilkan, yaitu jaran kepang, kubro siswo, dan soreng (Temanggung), kethek ogleng (Wonogiri), dan barong (Bali).

Kemudian malam kedua, Sabtu besok, 13 Juli ada sembilan kesenian yang tampil. Yakni wulanggatho, songsong Djoyonegoro, dan jaran kepang (Temanggung), barong (Blora), gandrung (Banyuwangi), saling silang bunyi dan grup SAS (NTT), unen-unen rengel (Tuban), dan seniman Rodrigo Parejo (Spanyol).

Sementara malam ketiga, Minggu 14 Juli akan diramaikan dengan kesenian topeng ireng, bangilun, jaran kepang, dan kelompok gadis Tegowanuh (Temanggung), lengger calung (Banyumas), patanjala (Bandung), dan ASEAN Contemporary Dance (10 negara ASEAN) akan menutup rangkaian acara.

Imam menyampaikan melalui Jifolk, pelaku seni lokal Temanggung akan mendapatkan wadah untuk membagikan kesenian-kesenian yang selama ini sudah mereka lestarikan kepada masyarakat Temanggung dan sekitarnya.

Diharapkan para pelaku seni lokal akan semakin bersemangat dalam berlatih dan mengembangkan kesenian yang telah mereka dalami masing-masing. Hal ini selaras dengan kesepakatan yang dicapai dalam acara Festival Sindoro Sumbing pada 25-27 Juni 2019, Sarasehan Budaya dan Workshop Kostum Jaran Kepang.

Tak hanya itu, para pegiat seni dan kebudayaan di Temanggung akan mendapat kesempatan untuk saling bertemu dan belajar dengan pegiat seni dari daerah lain di penjuru Indonesia, bahkan mancanegara.

Melalui kesempatan ini, kata Rofiq, para seniman sekaligus penonton diharapkan akan semakin kuat rasa bangga dan cintanya terhadap budaya lokal, sekaligus semakin percaya diri karena kebudayaan lokal dapat bersanding dengan budaya dari daerah dan negara lain, sehingga harus terus dilestarikan. (KIY)