IFBC Banner

Beuh! Yang Lain Masih Pusing dengan Omicron, China Umumkan Teknologi Rahim Buatan dan Robot Pengasuh

Kamis, 03 Februari 2022 – 08:31 WIB

Ilustrasi rahim buatan (Foto: Unsplash)

Ilustrasi rahim buatan (Foto: Unsplash)

JAKARTA, REQnews - Di saat banyak negara lain masih dipusingkan dengan penyebaran Omicron, China tampil mengejutkan dengan pengembangan teknologi terbarunya.

Ilmuwan China di salah satu universitas mengembangkan teknologi rahim buatan dengan bantuan pengasuh Artificial Intelligence atau AI. Penelitian ini digunakan untuk melihat perkembangan embrio dari hari ke hari.

Ilmuwan China dari Institut Teknik dan Teknologi Biomedis Suzhou tersebut mengembangkan rahim buatan dengan sebuah kotak kubus khusus berisi cairan nutrisi yang di dalamnya terlihat sebuah embrio yang sedang berkembang.

Di luar kotak, pengasuh memantau perkembangan janin. Kotak tersebut adalah rahim buatan, sementara pengasuh merupakan robot Artifical Intelligence (AI) alias robot dengan kecerdasaan buatan.

Embrio yang digunakan dalam penelitian ini adalah janin tikus. Para ilmuwan telah menguraikan tahap penelitian dalam peer-review. Peer-review merupakan proses ketika penelitian ditinjau oleh sesama ilmuwan. Proses ini penting untuk memastikan apakah tahapan dan etika percobaan telah sesuai. Hasil penelitian rahim buatan lalu dipublikasikan dalam Journal of Biomedical Engineering.

Konsep penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, masyarakat akan lebih memahami asal usul kehidupan dan perkembangan embrio manusia. Dari sini, kemungkinan cacat lahir yang menimpa janin bisa diatasi sejak dalam kandungan. Selanjutnya, rahim buatan diharapkan bisa menjadi solusi dari masalah kesehatan reproduksi di masa sepan.

"Sistem pemantauan embrio yang dilakukan secara online, dapat melacak dan merekam karakteristik morfologis dari proses perkembangan tanpa mempengaruhi perkembangan embrio," dikutip dari IFL Science, Kamis, 3 Februari 2022.

Pemantauan ini digunakan sebagai dasar evaluasi perkembangan embrio dan optimalisasi sistem kultur in vitro. Konsep in vitro adalah prosedur medis, tes, dan eksperimen yang dilakukan di luar organisme hidup. Penelitian semacam ini biasanya dilakukan di tabung atau kotak khusus.

Pemantauan juga bertujuan untuk mencatat perkembangan embrio setiap harinya. Saat ini, penelitian masih berjalan dengan pengawasan dari pengasuh AI.

Teknologi rahim buatan dan robot pengasuh tersebut terdengar sangat mutakhir dan menarik. Namun sayang, kemunculannya masih terbentur hukum internasional. Hukum internasional masih melarang eksperimen semacam ini diterapkan kepada manusia.