IFBC Banner

Miris! Indonesia Peringkat 1 Negara dengan Kasus Skizofrenia Tertinggi, Ternyata Ini 4 Pemicunya

Selasa, 22 Maret 2022 – 22:31 WIB

Ilustrasi penderita skizofrenia

Ilustrasi penderita skizofrenia

JAKARTA, REQnews - Pernah dengar istilah skizofrenia? Skizofrenia merupakan gangguan mental atau kejiwaan dimana para penderitanya menafsirkan realitas secara tidak normal.

Para penderita penyakit mental ini kerap kali mengalami halusinasi dan delusi berlebihan. Hal tersebut membuat perilaku mereka jadi tak terduga hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah menggambarkan tentang kondisi skizofrenia di seluruh dunia dengan prevalensi standar usia per 100.000 mulai dari 343 di Afrika hingga 544 di Jepang dan Oseania untuk pria dan dari 378 di Afrika hingga 527 di Eropa Tenggara untuk wanita.

Dari gambaran tersebut diketahui, kasus skizofrenia paling tinggi ada di Oseania, Timur Tengah dan Asia Timur. Sementara di negara-negara seperti Australia, Jepang, Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa kasusnya cenderung lebih rendah.

Sementara di Indonesia, menurut berdasarkan gambaran itu, diketahui tingkat Disability-Adjusted Life Year (DALY) skizofrenia di Indonesia hampir dua kali lipat dari Australia.

DALY Indonesia mencapai 321.870, sementara Australia hanya 164.255. Perbedaan antara tingkat DALY dan prevalensi mungkin timbul karena adanya perbedaan ketersediaan perawatan medis, karena kita tahu bahkan penderita skizofrenia membutuhkan perawatan seumur hidup.

Dengan perawatan, gejala skizofrenia dapat dikendalikan sebelum komplikasi serius berkembang dan dapat mengontrol kondisi si penderita dalam jangka panjang.

Sementara itu, dilansir dari Web MD, Selasa, 22 Maret 2022, penyebab skizofrenia sendiri sebenarnya tak diketahui pasti. Tak seperti penyakit kanker, diabetes atau penyakit biologis lainnya, penyebab skizofrenia sulit dideteksi.

Namun menurut peneliti, ada sejumlah hal atau faktor yang bisa menjadi pemicu seseorang terkena skizofrenia, di antaranya:

1. Genetik

Skizofrenia dapat diturunkan dalam keluarga, itu artinya kemungkinan lebih besar untuk menderita skizofrenia dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anak mereka.

2. Kelainan otak

Peneliti telah menemukan struktur otak abnormal pada orang yang mengalami skizofrenia. Tapi tidak berlaku untuk semua orang dengan skizofrenia.

3. Kimia dan sirkuit otak

Orang dengan skizofrenia mungkin tidak dapat mengatur bahan kimia otak yang disebut neurotransmiter yang mengontrol jalur tertentu, atau 'sirkuit', sel saraf yang memengaruhi pemikiran dan perilaku.

4. Lingkungan

Hal-hal seperti infeksi virus, paparan racun seperti ganja atau situasi yang sangat menenangkan dapat memicu skizofrenia pada orang yang gennya membuat mereka lebih mungkin terkena gangguan tersebut.