Selat Karimata, Potensi Wisata Bahari yang Tersembunyi

Kamis, 18 Juli 2019 – 16:30 WIB

Ilustrasi wisata Selat Karimata (Foto: Istimewa)

Ilustrasi wisata Selat Karimata (Foto: Istimewa)

REQnews - Indonesia merupakan negara bahari dan negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi pembangunan SDA dan jasa-jasa lingkungan/environmental services yang sangat besar, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi sektor pembangunan yang belum dikembangkan secara optimal adalah pariwisata bahari (marine tourism).

Menurut undang-undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan: “Wisata Bahari atau Tirta adalah usaha yang menyelenggarakan wisata dan olahraga air, termasuk penyediaan sarana dan prasarana, serta jasa lainnya yang dikelola secara komersial di perairan laut, pantai, sungai, danau, dan waduk”. Dengan 17.504 pulau, 95.181 km garis pantai, pantai dan laut yang indah, keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, Indonesia memiliki potensi pariwisata bahari terbesar di dunia (Mann, 1995; Allen, 2002). Salah satu potensi tersebut berada sepanjang pesisir Selat Karimata.

Selat Karimata adalah selat luas yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Laut Jawa. Selat ini terletak di antara Pulau Sumatera dan Kalimantan. Lebar selat ini sekitar 150 kilometer apabila diukur dari Kalimantan hingga Pulau Belitung. Belitung dipisahkan dari Pulau Bangka oleh Selat Gaspar. Bangka terletak dekat pesisir timur Sumatera yang dipisahkan oleh Selat Bangka. Kepulauan Karimata terletak di Selat Karimata. Selat Karimata juga merupakan salah satu selat terbesar di Indonesia.

Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang terletak sepanjang Selat Karimata:

1. Pantai Pengudang, Provinsi Kepulauan Riau

Indonesia memiliki banyak destinasi menawan, salah satunya adalah Pantai Pengudang di desa Pengudang, kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Dari ibukota kabupaten ke pantai, cukup dengan menempuh waktu sekitar 30-45 menit. Namun ingat, jalan terjal dan tikungan tajam mewarnai rute ke pantai, sehingga perlu ekstra hati-hati dalam berkendara. Meski demikian, pantai pasir putih ini layak disambangi. Pasalnya, pantai yang dikelilingi bentangan ilalang dan jejeran pohon kelapa, serta batu-batu besar dengan susunan yang unik, menciptakan suasana yang begitu damai, sangat cocok untuk bersantai sejenak dan menghilangkan kepenatan.

2. Pulau Kepayang, Provinsi Kalimantan Barat

Pulau Kepayang merupakan salah satu pulau di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pulau ini terkenal dengan lautnya yang hijau dan nelayan yang menjemur hasil tangkapannya. Tak hanya itu, lingkungan sekitar pulau yang bersih dan warga setempat yang ramah juga menjadi ciri khas pulau ini. Rencananya, pemkab akan menjadikan pulau ini sebagai destinasi konservasi. Setiap pelancong yang datang wajib melakukan aktivitas ramah lingkungan. Di sekitar Pulau Kepayang terdapat destinasi lain yang dapat dikunjungi, antara lain pulau Serunai, Desa Padang, atau Tanjung Serunai.

3. Pulau Belitung, Provinsi Bangka-Belitung

Kepopuleran Belitung meroket tatkala film “Laskar Pelangi” sukses di dunia perfilman Indonesia. Rute pesawat menuju Belitung bertambah dan selalu penuh di musim libur sekolah. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten cepat berbenah sehingga Pulau Belitung menjadi destinasi favorit para pelancong. Tengok saja Pantai Parai Tenggiri, Pantai Penyusuk, Pulau Lengkuas, Danau Kaolin, tempat pengungsian Soekarno-Hatta, hingga Museum Kata Andrea Hirata. Pembangunan pariwisata di Belitung semakin masif, terutama setelah kawasan Tanjung Kelayang ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden RI pada tahun 2016.

4. Taman Nasional Berbak, Provinsi Jambi

Potensi wisata di Provinsi Jambi ini terletak di kawasan Pesisir Timur Jambi, tepatnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Taman Nasional Berbak sebagai kawasan konservasi lahan basah terluas di Asia Tenggara mempunyai peranan penting untuk habitat berbagai jenis flora, fauna, dan ekosistemnya, sehingga dapat dinikmati sebagai wisata edukasi. Di dalam hutan Taman Nasional Berbak terdapat habibat satwa langka seperti harimau Sumatera (pantrea tigris sumatrae), tapir, buaya, dan berbagai jenis burung, serta berbagai tumbuhan langka, yakni berbagai jenis bunga anggrek juga hidup disana.

Masih banyak lagi destinasi wisata yang terletak di sepanjang Selat Karimata, semuanya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari yang dapat menarik tidak hanya wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara. Yang dibutuhkan adalah promosi, agar destinasi tersebut sampai ke telinga para penikmat wisata bahari di seluruh pelosok dunia. Diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan Sail Selat Karimata 2016, lokasi-lokasi yang selama ini tersembunyi dapat turut “tampil” dan menyemarakkan pariwisata bahari Indonesia.

Penulis adalah Difa Giovani, Analis Perekonomian pada Kedeputian Kemaritiman