IFBC Banner

Beuh! Kini Gen Z Bisa Kuliah di Kampus Metaverse dan Dapat Ijazah Berbentuk NFT, Tertarik?

Minggu, 07 Agustus 2022 – 05:01 WIB

Hong Kong University of Science and Technology (Foto: Dok. The Crypto Times)

Hong Kong University of Science and Technology (Foto: Dok. The Crypto Times)

JAKARTA, REQnews - Di era serba teknologi canggih seperti sekarang, ada banyak hal yang tadinya dianggap mustahil oleh manusia namun kini bisa terealisasi.

IFBC Banner


Salah satu contohnya, kampus metaverse pertama di dunia. Yup, Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) kini secara resmi menjadi kampus metaverse pertama di dunia.

Dengan menyandang predikat tersebut, setiap mahasiswa yang lulus dari universitas ini akan mendapatkan ijazah dalam bentuk NFT (Non-Fungible Token).

HKUST menggunakan konsep virtual dimana pembelajarannya mengandalkan dunia metaverse, sehingga para mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk menimba ilmu. Tentunya, terobosan ini akan semakin mempermudah mahasiswa yang tinggal jauh dari lokasi kampus.

Namun, pihak HKUST tetap menyedikan konsep pembelajaran di dunia nyata, yang dimulai pada tanggal 1 September 2022 mendatang.

"Banyak mahasiswa mungkin berada di luar negeri dan tidak dapat menghadiri (pembukaan tahun ajaran baru), jadi kami akan menyelenggarakannya di metaverse," kata Pan Hui, Chair Professor of Computational Media & Arts, HKUST Guangzhou Campus, dikutip Minggu, 7 Agustus 2022.

"Mahasiswa Guangzhou dapat duduk di ruang kuliah dan melihat teman sekelas mereka, tetapi ketika mereka memakai kacamata, mereka dapat melihat teman-teman dari Hong Kong duduk di sebelah mereka. Ini adalah perasaan persatuan dan partisipasi," sambung Hui, dilansir dari The Crypto Times.

Sementara itu, Wakil Presiden HKUST mengatakan bahwa tak mustahil di masa depan seluruh aspek kehidupan bisa dijalankan melalui metaverse.

"Tahun lalu kata kuncinya adalah NFT. Tahun ini, itu adalah metaverse. Itu akan menjadi kenyataan kita di masa depan. Kita bisa membayangkan hidup di metaverse segera," ujar Wang Yang.

"Saya pikir kita harus berpikir ke depan. Sebagai universitas, kita harus menjadi pemimpin ide, kita tidak boleh menunggu orang lain melakukan sesuatu dan mengikutinya. Kita harus menjadi pionir," tandasnya.