Kata Mahasiswa tentang #10yearschallenge Penegakan Hukum

Kamis, 17 Januari 2019 – 14:58 WIB

Alif Rivaldi

Alif Rivaldi

Jagat Sosial media sedang diramaikan dengan tagar #10yearschallenge. Lantas bagaimana sepuluh tahun penegakan hukum kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) menurut mahasiswa hukum?

#10yearschallenge pada penegakan hukum kasus pelanggaran HAM, menurut saya kurang ada perkembangan yang signifikan. Banyak kasus dari pelanggaran HAM di masa lalu yang terabaikan. Selama sepuluh tahun tidak ada penyelesaian kasus pelanggaran HAM di masalalu yang selesai. Contonya kasus Cah Munir atau Wiji Thukul yang saya idolakan. 

Tidak ada sama sekali yang berani mengungkap atau bahkan membuka kembali kasus tersebut. Ini jadi bukti kalau 10 tahun penegakkan hukum kasus pelanggaran HAM sama dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Saya mengikuti kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Saya baca di artikel ada beberapa kasus pelanggaran HAM masa lalu dikembalikan kejaksaan dengan alasan tidak ada kemajuan apapun dari penyidikan. Ini mengecewakan dan ini juga menjadi bukti bahwa selama 10 tahun ini tidak ada keseriusan pemerintah untuk menangani kasus-kasus HAM berat. 

Alif Rivaldi 

Mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Indonesia