Sosok Ideal Pimpinan KPK Pilihan Milenial

Kamis, 05 September 2019 – 08:30 WIB

(Foto:Reqnews)

(Foto:Reqnews)

REQnews - Seleksi pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) sudah memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (pansel) KPK sudah menyerahkan 10 nama capim KPK kepada presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi mempunyai waktu 14 hari untuk mempertimbangkan nama-nama capim KPK sebelum akhirnya diserahkan kepada DPR untuk mengikuti fit and proper test. Lima (5) orang yang terpilih nantinya akan menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

Bagaimana sosok ideal pimpinan KPK menurut pandangan milenial? Berikut beberapa pendapat mahasiswa di pelbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Lia mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, pimpinan KPK haruslah yang dapat bertanggungjawab, amanah dalam mengemban tugas, cerdas dan yang pasti berintegritas.

Intinya pimpinan KPK harus lah orang yang kreatif dan lebih cerdik dari penjahat korupsi. Jika pimpinan KPK pintar dan cerdas pasti mempunyai trick-trick khusus dalam mengungkap suatu kasus korupsi.

Senada, Edo mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro menginginkan pimpinan KPK harus mempunyai latar belakang hukum. Ia beralasan, selama berkuliah di Fakultas Hukum mahasiswa sudah memahami lebih dalam hakikat korupsi, pencegahan dan penanganan korupsi.

Terlebih mahasiswa juga ditatanamkan mengenai nilai-nilai integritas. Mahasiswa juga mendapat materi mengenai etika dan tanggung jawab profesi hukum serta mata kuliah filsafat hukum. Materi-materi tersebut sangat dibutuhkan oleh pimpinan KPK.

Hal yang sama diutarakan Xavier Nugraha mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kata dia, KPK harus dapat merangkul mahasiswa.

Pun KPK harus melakukan pendekatan dengan mahasiswa supaya tercipta sifat preemtif. Preemtif merupakan upaya-upaya awal yang dilakukan oleh KPK untuk mencegah terjadinya tindak pidana dalam hal ini tindak pidana korupsi.

Berbeda dengan upaya preventif, preemtif lebih kepada menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik sehingga norma tersebut dapat tertanam dalam setiap pribadi mahasiswa. KPK harus dapat melakukan hal tersebut. Karena ketika nilai-nilai yang baik dapat terinternalisasi pada setiap generasi muda maka korupsi dapat dihindari sedari dini. 

Fajar Septian mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, dia memandang pimpinan KPK haruslah jujur. Selain jujur penting mempunyai rekam jejak yang baik dalam artian tidak pernah terlibat skandal atau tindak pidana terutama masalah penegakan hukum dan korupsi. Rekam jejak seseorang dapat mempengaruhi KPK kedepannya. Misal, pimpinan KPK memiliki rekam jejak yang buruk bukan tidak mungkin kedepan dapat mengulangi hal tersebut.

Menurut Dinda Andriani Fakultas Hukum Universitas Lampung, pimpinan KPK haruslah orang yang dapat bertanggung jawab, amanah, jujur, bersih serta mempunyai independensi. Hal yang tidak kalah penting adalah pimpinan KPK bukan berasal dari partai politik atau berafiliasi dengan parpol.

Ketika pimpinan KPK berasal dari salah satu parpol, maka akan mempengaruhi penanganan kasus-kasus korupsi kedepannya dan meruntuhkan nilai independensi dari KPK itu sendiri.

Menurut Zhafira mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, seorang calon pimpinan KPK harus “bersih”. Menjadi suatu anomali apabila terdapat catatan hitam pada calon pimpinan KPK. Pada dasarnya satu hal yang tidak kalah penting yaitu sikap berani.

Tidak dapat disangkal bahwa kasus korupsi yang sebelum-sebelumnya terjadi, melibatkan pejabat pemerintahan ataupun orang penting di negeri ini. Tentu dibutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi.

Seorang calon pemimpin, terutama pemimpin KPK harus yakin dan berani dalam melakukan penindakan terhadap tindak pidana korupsi. Lebih dari itu, keberanian tersebut juga harus diiringi dengan pemahaman secara konseptual mengenai korupsi itu sendiri. Terlepas dari itu semua, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat berkembang menuju upaya pencegahan korupsi agar dapat mengantisipasi kerugian negara.

So, apa kriteria ideal seorang pimpinan KPK? Pertama harus mempunyai semangat dalam pemberantasan korupsi serta berani dan tidak pandang bulu dalam menindak pelaku-pelaku korupsi. Kedua, pimpinan KPK harus memahami betul mengenai hukum.

Mulai dari dasar-dasar ilmu hukum sampai kepada tindak pidana khusus dalam hal ini korupsi. Pimpinan KPK harus memiliki pemahaman terkait pencegahan, pemberantasan, dan penanganan korupsi. 

Sebab KPK adalah lembaga pengharapan masyarakat dalam penindakan tindak pidana korupsi. Jika KPK berada ditangan orang yang salah maka kepada lembaga mana lagi kita dapat berharap. 

Penulis : Tia Heriskha, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro