Bisakah Cover Lagu Secara Aman di Channel YouTube Tanpa Kena Sanksi?

Rabu, 09 Oktober 2019 – 17:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Teman-teman, sebenarnya boleh enggak sih cover hasil karya orang lain lalu di upload di akun YouTube? Katanya bisa sampai kena pidana, benar gak?

Nah, terkait hak cipta sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014. Hak cipta sejatinya adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata.

Jadi ketika seseorang melahirkan suatu karya, seperti sebuah lagu, maka secara otomatis tanpa perlu dilakukan pendaftaran terlebih dahulu maka pencipta lagu tersebut sudah memperoleh perlindungan secara hukum. 

Hak cipta bisa dibilang hak eksklusif yang berbeda dengan hak paten, hak merk dan hak kekayaan intelektul lainnya. Hak cipta terdiri atas hak moral dan hak ekonomi. Hak moral adalah ketika seseorang menggunakan ciptaan orang lain maka wajib untuk mencantumkan nama penciptanya.

Hak ekonomi adalah hak yang didapat oleh sang pencipta ketika karyanya digunakan oleh orang lain dan memperoleh keuntungan secara ekonomi maka wajib mendapat royalti. Royalti adalah imbalan atas pemanfaatan hak ekonomi suatu ciptaan yang diterima oleh pencipta.

Lalu bagaimana jika kita cover lagu di akun YouTube, tapi nggak kena sanksi ‘copyright’?

Pertama, meminta izin kepada pencipta lagu/publisher. Ini proses yang lumayan ribet. Kalau udah dapet lisensi, baru deh bisa upload hasil cover lagu tersebut di YouTube. Lalu apa sih lisensi? 

Lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas ciptaannya atau produk hak terkait dengan syarat tertentu. 

Dapat lisensi itu tentu penting banget! Soalnya nanti bakal berhubungan dengan pembagian royalty-nya. Sederhananya, kita sudah pakai lagu orang, trus kita cuman nyanyiin lagu itu tanpa harus memikirkan ribet dab lamanya pembuatan lirik itu, tentu harus ada apresiasi dan ungkapan rasa terima kasih dong. Nah, bentuk apresiasinya ya royalty ini.

Tapi sekarang YouTube udah punya sistem bernama Content Id. Nantinya sistem ini bakal mendeteksi secara otomatis apakah video coveran kamu melanggar copyright atau tidak. Kalau ternyata ditemukan kesamaan, maka pihak YouTube akan secara otomatis melakukan hal sebagai berikut: 

1. Video dimute. Artinya video tetap ada namun suara atau audio yang melanggar hak cipta dihilangkan.
2. Video dimonetisasi oleh pemilik hak cipta. Semua royalti atau penghasilan dari video YouTube tersebut menjadi milik pemegang hak cipta.
3. Statistik video bisa diakses oleh pemilik hak cipta.
4. Video diblokir. Video diblokir secara permanen di negara tertentu atau seluruh dunia, bahkan bisa berimbas kepada penghentian channel YouTube atau Channel Suspended.

Terus gimana dengan perlindungan hukum bagi pemegang hak cipta dan pemegang hak jika ada pelaku covering yang melanggar hak cipta? Perlindungan hukum dapat dilakukan melalui gugatan perdata dan tuntutan tindak pidana. 

Bila dilakukan secara perdata, pemegang hak yang merasa dirugikan dapat meminta ganti rugi dengan gugatan perdata ke Pengadilan Niaga.
Dan bila dilakukan secara pidana maka pemegang hak yang merasa dilanggar haknya dapat melakukan tuntutan pidana, bila memang terbukti maka pelanggarnya dapat dikenakan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

 

Penulis : Tia Heriskha, Mahasiswa Fakultas Hukum Univeritas Diponegoro