Gedung Indonesia Menggugat Saksi Keberanian Soekarno

Minggu, 22 Maret 2020 – 10:32 WIB

Gedung Indonesia Menggat (Foto:Istimewa)

Gedung Indonesia Menggat (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Gedung Indonesia Menggugat (GIM) yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5, Kota Bandung ini memiliki sejarah panjang kemerdekaan Indonesia. Dulu, Soekarno dalam masa perjuanganya pernah diadili di gedung ini.

Gedung yang tampak asri ini, mulai diberi nama Gedung Indonesia Menggugat pada tahun 2005, sebelumnya gedung ini mengalami pengubahan fisik, gedung tersebut diberi nama menjadi Gedung Indonesia Menggugat oleh Mantan Gubernur Jawa Barat, HC Mashudi.

Nama gedung ini pun diambil dari sejarah tentang pengadilan Soekarno. Pada saat Soekarno diadili, Soekarno memberontak dalam sidang dan melakukan pembelaan dengan judul Indonesia Menggugat. Peristiwa tersebut sangat mengegerkan Belanda hingga akhirnya pembelaan Soekarno tersebut dijadikan nama untuk gedung tersebut hingga sekarang.

Awalnya, Gedung Indonesia Menggugat merupakan tempat tinggal warga Belanda yang dibangun tahun 1907. Pada tahun 1917, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Kolonial Belanda. Pada tahun 1930, Landraad digunakan untuk mengadili para pejuang kemerdekaan. Beberapa pejuang yang pernah diadili di sini yaitu Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkoepradja, Soepriadinata, Sastromolejono, dan Sartono.

Setelah kemerdekaan gedung ini beberapa kali beralih fungsi. Gedung ini pernah sebagai kantor Palang Merah Indonesia (PMI). Dari tahun 1950-an hingga tahun 1973, gedung tersebut menjadi Gedung Keuangan. Pada tahun 1973 hingga tahun 1999, gedung digunakan sebagai Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Barat.

Pada bulan Juni tahun 2007, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), secara resmi dibuka untuk umum dan menjadi gedung cagar budaya kelas A yang harus dirawat dan dijaga. Kini, gedung tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul para seniman, wartawan, dan guru. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana antara lain apresiasi puisi, kegiatan seni, seminar, hingga diskusi.

Meski telah menjadi ruang publik, pengelola berupaya menghadirkan fungsi Gedung Indonesia Menggugat (GIM) pada masa lalu dengan cara membuat dekorasi seperti ruang sidang di era penjajahan Belanda. Di ruangan tersebut terdapat meja untuk para hakim, terdapat pagar pembatas antara area pengunjung dan terdakwa.

Adapun sel tempat Soekarno ditahan, kini telah digunakan sebagai kantor pengelolaan GIM. Di sana, foto-foto Soekarno dan rekan seperjuangan dari Partai Nasional Indonesia yang turut diadili juga terpajang.