Kisah MA Rachman saat Ditunjuk Jadi Jaksa Agung, Indonesia Terkaget-kaget

Rabu, 25 Maret 2020 – 06:01 WIB

Mantan Jaksa Agung MA Rachman meninggal dunia, Selasa 24 Maret 2020

Mantan Jaksa Agung MA Rachman meninggal dunia, Selasa 24 Maret 2020

JAKARTA, REQnews - Menteri Sekretaris Kabinet era Presiden Megawati, Bambang Kesowo mengumumkan Muhammad Abdurrahman alias MA Rachman sebagai Jaksa Agung baru pada Kamis 14 Agustus 2001.

Pengumuman itu mengagetkan publik. Nama MA Rachman jelas tak terlalu diunggulkan, dibanding sosok-sosok kuat juga terkenal lainnya pada saat itu, seperti JE Sahetapy, Hendropriyono, Artidjo Alkostar, dan Plt Jaksa Agung Suparman.

Namun, MA Rachman benar-benar dilantik Presiden Megawati. Nama yang tak disebut-sebut, bahkan terkesan tak dianggap itu akhirnya mengemban amanah besar negara.

Ia menggantikan Jaksa Agung sebelumnya, Marsilam Simanjutak yang ikut lengser bersama Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. MA Rachman memimpin Kejaksaan Agung hingga 2004.

Sayangnya, sosok yang pernah menjadi 'Kuda Hitam' itu telah meninggal dunia pada Selasa 24 Maret 2020 pada usia 73 tahun di Rumah Sakit Bintaro, Tangerang Selatan.

Pada masa kepemimpinannya beberapa dokumen Pembaruan Kejaksaan mulai disusun, seperti Cetak Biru Pembaruan Kejaksaan, hasil kerjasama Kejaksaan bersama KHN, dan dokumen pembaruan kejaksaan yang pada Law Summit II & III.

Sebelum menjadi Jaksa Agung, namanya sudah dikenal publik saat menjabat sebagai ketua tim penyidik pelanggaran berat HAM Timor-Timur dan Tanjung Priok. Sebelum itu, ia menjabat sebagai Staf Ahli Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).

Usai Pilpres 2004, MA Rachman mengakhiri kariernya sebagai Jaksa Agung, kemudian pensiun dan digantikan oleh Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh.