Peristiwa ‘Woyla’, Pembajakan Pesawat Garuda Indonesia Bermotif Jihad Pertama

Minggu, 29 Maret 2020 – 07:33 WIB

Peristiwa ‘Woyla’, Pembajakan Pesawat Garuda Indonesia Bermotif Jihad Pertama (Foto: Istimewa)

Peristiwa ‘Woyla’, Pembajakan Pesawat Garuda Indonesia Bermotif Jihad Pertama (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Pembajakan pernah terjadi pada pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 dengan tujuan Jakarta – Medan. Tercatat ada 57 orang yang disandera.

Pembajakan itu terjadi pada tanggal 28 Maret 1981, para pelaku terdiri dari lima orang. Para pembajak mengaku dari kelompok eksremis ‘Komando Jihad’.

Awalnya perjalanan pesawat jenis McDonnell Douglas DC-9-32 bernama ‘Woyla’ itu berjalan lancar. Pesawat berangkat dari Jakarta pukul 08.00 WIB, kemudian transit di Palembang, dan melanjutkan perjalanan kembali ke Medan. Perkiraan sampai tujuan pukul 10.55 WIB.

Namun, saat sedang terbang di udara tiba-tiba pesawat tersebut dibajak oleh lima orang yang menyamar sebagai penumpang. Pembajak tersebut langsung menyuruh pilot segera terbang ke Bandara Don Mueang di Bangkok.

Tapi Pilot Kapten Herman Rante berdalih bahwa bahan bakar tidak mencukupi untuk menuju ke sana. Kelima pembajak tersebut tidak kehabisan akal, mereka menyuruh pilot untuk mengisi bahan bakar di Bandara Penang, Malaysia.

Di dalam pesawat terdapat 57 penumpang yang tersandera selama tiga hari sebelum operasi penyelamatan datang.

Upaya pembajakan yang dilakukan oleh kelompok ‘Komando Jihad’ itu menuntut pemerintah Indonesia, agar para rekannya yang ditahan pasca Peristiwa Cicendo, Bandung, Jawa Barat bisa dibebaskan.

Peristiwa berakhir tiga hari setelah keberangkatan pesaway dari Jakarta, yakni 31 Maret 1981. Penumpang di dalam pesawat dinyatakan selamat, sedangkan pilot dan salah satu anggota TNI tewas.

Empat dari lima pembajak juga tewas saat adu senjata. Kejadian pembajakan bermotif ‘jihad’ tersebut pertama kalinya menimpa Indonesia. Yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Woyla. (Anita)