Hakim Neaves Bongkar Awal Teori Evolusi, Charles Darwin Diragukan

Jumat, 15 Mei 2020 – 14:03 WIB

Hakim Neaves Membongkar Analisis Awal Teori Evolusi, Charles Darwin Diragukan

Hakim Neaves Membongkar Analisis Awal Teori Evolusi, Charles Darwin Diragukan

JAKARTA, REQnews – Charles Neaves adalah hakim yang menjunjung tinggi kebenaran serta keadilan dimulai dari dalam dirinya. Pandai bersyair membuatnya sangat berhati-hati dalam mengucapkan sebuah kata. Tapi saat membongkar kedok teori evolusi Charles Darwin dia terdengar sangat yakin.

Neaves pria adalah serba bisa yang berkarir di bidang hukum, mulai dari pengacara sampai menjadi hakim di Skotlandia dia jalani. Rupanya bakat itu keturunan dari ayahnya yang juga seorang pengacara dan juru tulis di Edinburgh.

Ia bersekolah di Royal High School, saat ini masih berdiri dan menjadi salah satu bangunan tertua di Skotlandia. Setelah lulus, ia melanjutkan sekolah di Universitas Edinburgh yang dibangun tahun 1582.

Semasa mahasiswa, Neaves sudah bergabung dengan sebuah badan independent pengacara. Di sana ia mengikuti serangkaian praktik sebagai advokat sebelum terjun langsung ke Pengadilan Sesi dan Pengadilan Pejabat.

Pada tahun 1841 dia diangkat menjadi jaksa, empat tahun kemudian dipindahtugaskan menjaga keamanan hukum di pulau Orkeney dan pulau Shetland. Delapan tahun setelah itu  adalah puncak karirnya, Neaves diangkat menjadi hakim Pengadilan Sesi.

Neaves yang suka menulis membuat sebuah puisi di tahun 1975. Dalam puisi tersebut ia menyindir teori evolusi Charles Darwin yang dianggap sebagai pengembangan dari James Burnett Manboddo.

Meskipun Darwin sekarang mengumumkan hukum (teori evolusinya)

Dan menyebarkannya ke luar negeri, O!

Pria yang pertama kali melihat rahasia (teori) itu

Adalah Manboddo tua yang jujur.

Itulah penggalan puisi yang ditulisnya sendiri. Manboddo adalah seorang hakim yang menekuni bidang bahasa dan perilaku manusia. Dari hasil penelitiannya Manboddo menemukan teori evolusi pertama.

Dalam kasusnya, Darwin tidak menyebutkan nama Manboddo tetapi nama Buffon. Menurut pandangan Neaves, Darwin telah keliru mengambil teori, sebab Buffon menyatakan bahwa ‘manusia adalah spesies yang tidak ada hubungannya dengan primata yang lebih rendah’.

Sedangkan Manboddo selaras dengan konsep teori Darwin kalau manusia merupakan evolusi dari kera. Beberapa ahli pada masa itu menyatakan bahwa teori evolusi Darwin sedikit banyak dipengaruhi oleh teori-teori Manboddo, dan dialah yang seharusnya pantas mendapat gelar Evolusionis bukan Darwin.

Meski begitu, sampai saat ini beberapa sejarahwan tidak memberikan posisi kepada Manboddo dalam pengaruh sejarah evolusi. Naveas meninggal pada tahun 1876, sampai akhir hayatnya ia dikenang sebagai Lord of Justiciary. (Anita)