Inilah Togo, Anjing Berjiwa Besar Penakluk Salju Alaska Sejauh 260 Mill

Minggu, 17 Mei 2020 – 13:31 WIB

Inilah Togo, Anjing Berjiwa Besar Penakluk Salju Alaska Sejauh 260 Mill (Foto: Istimewa)

Inilah Togo, Anjing Berjiwa Besar Penakluk Salju Alaska Sejauh 260 Mill (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Nasib kota Nome pada tahun 1925 berada diambang batas. Penyakit difteri yang menyerang kota itu sudah menyebar dengan cepat.

Kondisi semakin parah karena intensitas salju yang tebal menghalangi jalannya transportasi. Disaat seperti itu, harapan mereka cuma satu, kereta luncur anjing.

Guna menyelamatkan penduduk, ada 20 tim yang menggunakan anjing penarik kereta salju mengangkut obat anti racun sejauh 1.085 kilometer melalui salju dan es dalam waktu enam hari.

Anjing-anjing yang dipergunakan dalam operasi yang disebut Nome Serum Run atau Lari Serum Nome, yang paling terkenal adalah anjing jenis huskies Siberia yang dinamakan Togo. Togo dirawat oleh seorang musher atau sopir kereta anjing bernama Leonhard Seppala.

Dari kecil ia suka mengendarai kereta luncur anjing, dan mulai memelihara anjing termasuk Togo. Ia membeli anjing kecil malang itu dari seorang padagang asal Rusia dengan harga 50 pound.

BACA JUGA: Lucu! Anjing Ini Ratapi Mainannya yang Berputar 1 Jam di Mesin Cuci

Nama Togo terinspirasi dari laksamana Jepang, Togo Heihachiro. Ia memiliki  badan kecil berbulu hitam yang aktif dan lincah.

Kala itu, Togo sempat mendapat perawatan intensif karena kondisi kesehatannya yang buruk. Constance, istri Seppala dengan sabar merawat Togo sampai sembuh.

Seppala dan Togo mulai terkenal semenjak memengakan lomba seluncur anjing saat kota Nome di Alaska membutuhkan bantuan obat-obatan akibat penyakit difteri yang menyebar cepat kepada warganya.

dr Curtis Welch meminta para atlet seluncur anjing mengantarkan serum antitoksin. Pasalnya, tidak ada jalan lain untuk menuju ke sana akibat salju tebal.

Perjalanan dilakukan secara estafet, Seppala dan Togo menempati urutan kedua dengan jarak tempuh lebih dari 260 mil. Sedangkan dua atlet yang lain menempuh jarak kurang dari 100 mil. Selain jalanan dipenuhi salju tebal, mereka harus tanahan ditempa angin serta badai yang kedinginannya mencapai - 85° Fahrenheit.

Untuk mempersingkat waktu perjalanan, Seppala melewati Norton Sound yang terkenal dengan jalan berbahanya. Di sana ia dan 19 anjingnya termasuk Togo terjebak pada sebuah gumpalan es. Suasana menjadi tegang, sedangkan obatan-obatan harus sampai segera mungkin.

Togo sebagai pemimpin mengambil langkah yang tidak pernah disangka oleh Seppala. Anjing itu melompati gumpalan-gumpalan es untuk bisa mencapai dataran dengan menggigit tali yang terhubung langsung pada kereta luncur.

BACA JUGA: Ngilu! Dikejar Anjing, Kaki Pemotor Ini Patah Terjatuh dari Motor

Perlahan tapi pasti gumpalan es itu mulai mendekati dataran. Namun tali tersebut tiba-tiba terputus dari gigitan Togo. Ia segera mengejar tali itu kemudian melilitkan ke badannya dan menarik sekuat tenaga. Walaupun badannya kecil, jiwanya besar untuk menyelamatkan orang lain.

Gumpalan es itu akhirnya sampai juga ke dataran atas bantuan Togo. Seppala Tidak tahu bagaimana nasibnya kalau Togo tidak bernisiatif membantu. Perjalanan berlanjut menuju estafet terakhir yang dipimpin oleh Kaasen dan Balto. Mereka menempuh perjalanan 80 mil menuju kota Nome.

Perjalanan estafet selama 6 hari akhirnya terselesaikan. Sejak saat itu Balto terkenal sebagai pahlawan kota Nome. Padahal anjing yang berperan besar menempuh jarak ratusan mill membawa serum antitoksin bukan Balto malainkan Togo.

Anjing pintar itu tidak mempunyai kuasa menuntut siapapun termasuk Balto. Diusianya yang mencapai 16 tahun, Togo dinyatakan meninggal dunia. Lambat laun banyak yang mengetahui perjuangannya.

Di tahun 1983 dibuatlah replica tubuhnya terpajang kokoh di Iditarod race Headquarters di Wasilla, Alaska. (Anita)