Fakta Menarik Kode Hammurabi Peninggalan Kerajaan Babilonia

Minggu, 31 Mei 2020 – 09:31 WIB

Fakta Menarik Kode Hammurabi Peninggalan Kerajaan Babilonia

Fakta Menarik Kode Hammurabi Peninggalan Kerajaan Babilonia

JAKARTA, REQnews – Kode Hammurabi merupakan produk hukum lengkap dari raja Babilonia. Peraturan itu tertulis pada sebuah lempengan diorit seberat empat ton, yang kemudian dikenal dengan hukum retribusi alias ‘mata diganti mata’.

Di masa kepemimpinan Raja Hammurabi ada sekitar 282 dekrit yang ditulis. Seadil mungkin Hammurabi membuat hukum yang menyamaratakan kelas masyarakat atas, merdeka, dan budak. Meskipun sudah mengeluarkan produk hukum yang adil, dalam pelaksanaannya tetap ada perbedaan sosial.

Jika ada seorang budak mengalami luka parah, maka dokter tersebut hanya meminta uang 2 syikal saja. Berbeda lagi pembayaran yang diberikan oleh orang merdeka maupun rakyat kelas atas.

Tapi kalau seorang dokter membunuh pasien bangsawan, maka dokter itu harus dipotong tangannya. Sementara kalau yang dibunuh itu dari kalangan budak, cukup memberikan ganti rugi berupa uang.

Produk hukum di zaman Hammurabi paling lengkap membahas tentang perbudakan, peraturan komersial, perkawinan, warisan, kejahatan, kopempensasi bagi yang mengalami cedera, biaya ahli bedah, biaya tukang cukur, dan dokter hewan.

Prasasti bersejarah itu hilang beradab-abad. Di tahun 1901 Insinyur Pertambangan Perancis Jacques de Morgan memimpin perjalanan ekspedisi arkeologis ke Persia. Tujuannya untuk menemukan kembali artefak peninggalan kerajaan Babilonia.

Ia menemukan batu besar setinggi kurang lebih delapan kaki berwarna hitam pekat. Dalam kurun waktu setahun prasasti itu telah diterjemahkan, kemudian disebarkan secara luas. Berikut beberapa produk hukum kode Hammurabi.

Pasal 18, jika ada seorang budak yang tidak mau menyebutkan nama tuannya, tim pencari akan membawanya ke Istana untuk menyelidiki lebih lanjut. Kalau sudah selesai urusannya, budak itu akan dikembalikan kepada tuannya.

Pasal 161, Jika seorang pria menikahi wanita, kemudian ia melahirkan anak laki-laki, apabila wanita itu mati maka ayahnya tidak akan menuntut maharnya. Karena mahar itu sepenuhnya milik putranya.

Pasal 196, apabila seseorang menghilangkan mata orang lain maka matanya juga harus dihilangkan.

Dasar hukum kerajaan Babilonia memang sudah ada sebelum Hammurabi memimpin. Tapi pada di zamannyalah hukum itu dibuat versi yang lebih baru dan lengkap.

Babilonia pada masa pemerintahan Hammurabi mengalami kemajuan yang pesat. Mulai dari produk hukumnya, perluasan wilayah, serta kesejahteraan rakyatnya. Pembangunan benteng dan kuil juga dimasifkan lagi untuk menjaga dewa pelindung Babel. (Anita/Bins)