Akhir Kisah Jani Si Petapa India, Tak Makan-Minum 70 Tahun

Jumat, 29 Mei 2020 – 08:33 WIB

Jani Prahlad si petapa sakti dari India

Jani Prahlad si petapa sakti dari India

JAKARTA, REQnews - Jani Prahlad, seorang petapa yang dianggap sangat sakti di India meninggal dunia pada Selasa 26 Mei 2020 lalu pada usianya yang ke-90 tahun. Ia dikenal sebagai manusia super karena berpuasa tak makan dan minum selama 70 tahun lamanya.

Selama ini, Jani selalu tampil dengan gaya khasnya, berpakaian serba merah, berjanggut dan rambut panjang. Ia diklaim sebagai orang suci di India sejak usianya masih 11 tahun, dengan meninggalkan semua kehidupan duniawi.

Lahir tahun 1929, Jani menghambiskan waktunya untuk mengembara mencari keberkahan Tuhan. Ia benar-benar meninggalkan segala kenikmatan, bahkan dalam perjalanannya ia sama sekali tak membawa makanan.

Mungkin, bagi sebagian orang, tak makan dan minum selama 70 tahun adalah sesuatu yang mustahil dilakukan. Tapi, banyak saksi di India yang membenarkan fakta tersebut kepada sosok Jani.

Dalam sebuah penelitian tahun 2003, terungkap bahwa Jani pernah masuk ke RS dan dirawat selama 10 hari. Ia tak makan dan tak minum, bahkan tak keluar ruangan untuk buang air sekalipun, namun masih tetap sehat-sehat saja.

Menurut pengakuan dokter yang merawatnya, kemungkinan air urine di tubuh Jani diserap kembali dan setelah terbentuk di kandung kemihnya. Hebatnya, Jani juga tak memiliki satupun bekas luka fisik di tubuhnya.

Penelitian juga dilakukan kembali pada tahun 2010 dengan pengawasan ketat selama 24 jam penuh. Namun, hasil penelitian menunjukkan hal yang sama. Satu-satunya Jani membutuhkan cairan adalah untuk berkumur-kumur dan mandi.

Ada yang berkeyakinan, Jani benar memiliki kemampuan tak makan dan minum karena ia telah mendapat berkat dari dewi-dewi dalam kepercayaan agama setempat ketika masih kanak-kanak. 

Namun, Jani yang sakti itu telah tiada. Ia ditemukan tak berdaya oleh tetangganya, lalu dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal pada 26 Mei 2020, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jenazah Jani disemayamkan selama dua hari di sebuah kuil, dengan tujuan agar masyarakat memberi penghormatan kepadanya. Kemudian, jenazahnya dikremasi pada Kamis 28 Mei 2020.