Fakta Menarik Mobil Morris Mini Si Gesit Irit, Tunggangan Mr Bean

Sabtu, 30 Mei 2020 – 19:34 WIB

Fakta Menarik Mobil Morris Mini Si Gesit Irit, Tunggangan Mr Bean

Fakta Menarik Mobil Morris Mini Si Gesit Irit, Tunggangan Mr Bean

JAKARTA, REQnews - Bagi yang pernah menonton film Mr. Bean mungkin tahu dengan mobil mini ini. Mobil mungil ini dulu namanya Morris. Kehadiran mobil ini berawal dari British Motor Corporation (BMC) melakukan merger dengan Austin dan Morris.

Melansir mobil88, tujuan dari merger ini adalah untuk membuat mobil kecil ringkas dan hemat BBM, tapi tetap memiliki performa maksimal. Alec Issigonis menjadi orang yang ditugaskan untuk merancang mobil tersebut.

Cuma dua tahun, tepatnya pada Agustus 1959, mobil mini itu pun berhasil diproduksi di sebuah pabrik kecil yang berlokasi di Longbridge dan Cowley, Inggris. Mobil tersebut dinamai Austin Mini Seven dan Morris Mini-Minor.

Di luar dugaan, mobil ini pun berhasil melahirkan sejarah baru di industri otomotif dunia. Berselang 10 tahun kemudian tepatnya pada 1969, perusahaan ini berubah nama menjadi Mini dan mulai memproduksi mobil barunya pada 1980-an.

Lantas kenapa mobil ini mampu menciptakan sejarah otomotif? Hal ini karena di era tersebut, mobil Mini ini sudah menggunakan penggerak roda depan dengan posisi melintang.

Hal tersebut menjadi salah satu gebrakan yang cukup mengejutkan, mengingat belum ada produsen mobil yang melakukan hal tersebut. Ada beberapa jenis Mini yang diproduksi, seperti Mini Van, Mini Pick Up, Mini Moke, serta Mini Clubman. Namun, di antara jenis yang disebutkan, Mini Cooper lebih dikenal oleh banyak orang dengan desain yang ringkas, efisien dan gesit.

Yang fenomenal adalah mobil mungil ini juga berhasil membuktikan prestasi di ajang balap reli dunia. Yap, mobil ini pernah menjadi juara di ajang Rally Monte Carlo pada 1964, 1965 dan 1967. Yang cukup menarik, mobil ini selalu masuk ke dalam urutan tiga teratas kejuaraan dari tahun 1964 sampai 1968.

Mini juga membuat sejarah dengan menjadi pelopor memakai konfigurasi mesin di tengah chassis mobil saat turun di Formula 1 pada akhir 1950-an melalui kejeniusan John Cooper, sosok yang kemudian namanya tidak lepas dari Mini sampai sekarang. Bahkan nama John Cooper ini diabadikan oleh Mini dengan menjadikan varian John Cooper Works sebagai varian dengan performa tinggi Mini saat ini.

Mini pun terus berinovasi mengikuti zaman. Namun pada 1988 Rover Group, termasuk Mini diambil alih oleh British Aerospace dan di tahun 1994, Rover Group diakuisisi oleh BMW Group. Tahun 2000 Rover Group dipecah lagi oleh BMW, dan BMW hanya menyisakan merek Mini saja.

Setelah berusia 42 tahun tepatnya di tahun 2001 silam, Mini pun menyatakan akan mengakhiri produksi mobil mungil ini. Banyak yang tidak menyangka jika Mini akan menghentikan produksinya. Tapi oleh BMW Group, nama besar Mini akhirnya dipertahankan hingga sekarang ini. Hanya saja, di era modern ini, Mini pun menjelma menjadi lebih besar, tidak lagi berukuran mini.

Saat ini, Mini menjelma menjadi sebuah mobil hatchback premium yang banyak diincar oleh para kolektor mobil. Bahkan untuk Mini klasik, harga jualnya setiap tahun pasti mengalami kenaikan, saat ini bisa mencapai ratusan juta untuk Mini klasik dengan kondisi asli. (Bins)