Merinding! Ternyata Soeharto Pernah Ramalkan Kondisi Indonesia di Tahun 2020  

Minggu, 31 Mei 2020 – 05:01 WIB

Merinding! Ternyata Soeharto Pernah Ramalkan Kondisi Indonesia di Tahun 2020  

Merinding! Ternyata Soeharto Pernah Ramalkan Kondisi Indonesia di Tahun 2020  

JAKARTAREQnews – Kondisi Indonesia di tahun 2020 telah diramalkan oleh mendiang Soeharto beberapa puluh tahun silam.

Entah ini karena sang pemimpin orde baru (orba) itu punya bakat untuk meramal atau cuma sebuah kebetulan semata.

Tepatnya 3 tahun sebelum dilengserkan, Soeharto pernah membuat pernyataan bahwa di tahun 2020 nanti, Indonesia akan dihadapkan dengan liberalisasi atau perdagangan bebas.

Ucapan tersebut terekam dengan baik dalam sebuah video. Rekaman itu diambil saat temu wicara Presiden Soeharto pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian dan Pengamalan Nilai Kepahlawanan di Surabaya, pada 23 November 1995 silam.

Lebih lanjut, Mantan Jenderal TNI AD ini mengatakan, dalam kondisi tersebut, Indonesia sebagai negara berkembang harus sudah siap.

Kata dia, anak-anak atau pelajar harus dibekali dengan pemahaman dan rasa cinta tanah air, termasuk di dalamnya mencintai produk negeri.

"Maka hanya dengan mencintai tanah air, para remaja yang akan hidup di tahun 2020 akan menjadi benteng. untuk mempertahankan dari pada keberlangsungan hidup negara dan bangsa," katanya.

Sebaliknya, kata Soeharto, apabila pemuda lebih tertarik dengan produk luar negeri, maka akan hancur sebuah negara.

"Karena produk dalam negeri tidak ada yang beli, pabriknya tutup, lantas semuanya tidak bisa bekerja, tidak bisa makan," ujarnya.

Ia juga mengatakan, bila semua jenjang pendidikan mampu mempersiapkannya. Maka ia yakin Indonesia akan mampu bersaing dari perdagangan bebas liberalisasi global tersebut.

Dalam video itu, Soeharto juga memberikan penjelasan tentang kepemudaan. Ia menyampaikan pemuda bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia perlu digodok untuk menjadi generasi emas dan menjadi kader-kader bangsa.

Bila para pemuda-pemuda itu berkumpul kemudian berdiskusi bertukar untuk pengalaman, mereka bisa menyampaikan aspirasi berdasarkan pengalamannya berada di daerahnya masing-masing.

“Kemudian dari sanalah ditemukan hasil dan cara terbaik,” kata Soeharto.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah mengetahui seluruh keadaan provinsi, pasti para pemuda akan mencintai tanah airnya.

“Jika sudah mencintai tanah airnya, tidak akan melepaskan tanggung jawabnya dan akan mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara dalam keadaan membangun, apalagi dalam keadaan bahaya, termasuk menghadapi liberalisasi atau perdagangan dunia,” ujarnya. (Bins)