Cerita Suharto yang Gagal Naik Haji Bersama Istri  

Jumat, 05 Juni 2020 – 11:01 WIB

Cerita Suharto yang Gagal Naik Haji Bersama Istri  

Cerita Suharto yang Gagal Naik Haji Bersama Istri  

SOLO, REQnews – Perjuangan Sri Suharto untuk berkunjung ke Tanah Suci pupus sudah. Tahun ini pemerintah meniadakan pemberangkatan haji karena kondisi corona (covid-19). Padahal ia memendam hasrat yang sangat besar untuk pergi bersama sang istri, Suminem ke tanah Arab.

Suharto pun hanya terdiam usai mendengar kabar tersebut dari anaknya. Pria yang saban hari bekerja sebagai tukang parker di jalan Yosodipuro, Solo, Jawa Tengah ini pun hanya pasrah.

Ia pun menceritakan perjuangan dan usahanya mengunpulkan uang agar kelak bisa ke Mekah. Sebelum menjadi tukang parker, ia sempat bekerja di SDN Yosodipuro sebagai tukang sapu pada tahun 1980.

Lalu pada tahun 1987 dirinya ditawari untuk menjadi tukang parkir di SMA Muhammadiyah 2 yang berada tepat di seberang SD.

Namun hingga 2006, ia masih sempat menjadi tukang bersih-bersih di SD. Kegiatan itu dilakukannya pada pagi hari. Saat hari jelang siang, ia pun bertukar peran menjadi tukang parker. Sejak itu, ia mulai memikirkan untuk menjadi tukang parkir saja.

Meski penghasilan tak tentu, Suharto tetap bertekad untuk menabung agar kelak bisa naik haji. Akhirnya tahun 2011 dirinya memiliki kesempatan itu.

"Tahun 2011 saya mendaftar. Kalau sehari dapat Rp 50 ribu ya buat makan Rp 10 ribu. Sisanya saya tabung terus," ujarnya.

Berkat keuletannya, tabungan hajinya pun akhirnya terkumpul. Bahkan dia dikabari oleh petugas bank ada sisa uang Rp 7 juta.

"Jadi kan saya itu bayarnya Rp 35 juta lebih sedikit, hampir Rp 36 juta. Berdua dengan istri saya jadi Rp 72 juta. Kemarin dikabari masih ada sisa uang Rp 7 juta," katanya.

Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli oleh-oleh dan syukuran bersama handai taulan. Sebab selama ini Suharto dan istri hanya diam-diam merencanakan berangkat haji. Bahkan anaknya pun tidak tahu kabar ini.

Sayangnya, impian Suharto dan istrinya harus tertunda setahun lagi. Dirinya cuma berharap bisa menunaikan ibadah dengan baik kelak.

 

" Saya percaya yang bisa berangkat adalah yang dapat undangan dari Allah. Makanya setiap selesai solat saya terus berdoa," ujarnya penuh keyakinan.

Kita doakan ya, semoga kelak Suharto dan istrinya bisa mewujudkan impiannya, amin! (Bins)