Begini Cerita Soekarno Beri Nama GBK

Senin, 08 Juni 2020 – 09:33 WIB

Gelora Bung Karno. (istimewa)

Gelora Bung Karno. (istimewa)

JAKARTA, REQnews - Salah satu warisan Presiden Soekarno yang masih bisa dinikmati hingga kini adalah kompleks sarana olahraga di Senayan. Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa nama Gelora Bung Karno (GBK) yang disematkan pada tempat itu bukan berasal dari Soekarno. Begini ceritanya.

Beberapa saat akan diresmikan Juli 1962, Presiden pertama Republik Indonesia itu bahkan belum memiliki nama yang tepat buat kompleks itu.

Untuk menentukan nama itu, Soekarno membicarakannya bersama beberapa menteri pada suatu pagi di serambi belakang Istana Merdeka.

Hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri Dr Soemarno, Menteri Olahraga Maladi, dan beberapa pejabat lainnya, termasuk Menteri Agama kala itu KH Saifuddin Zuhri.

Dalam perbincangan tersebut, menurut Komunitas Pegon, hampir disepakati sebuah nama yaitu Pusat Olah Raga Bung Karno.

Tetapi, sebagaimana tertulis dalam autobiografi KH Saifuddin Zuhri: Berangkat dari Pesantren (LKiS: 2013), nama itu justru dimentahkan oleh Menteri Agama yang juga ayah dari Lukman Hakim Saifuddin.

Komunitas Pegon melalui [email protected]_pegon mengungkap detik-detik nama GBK diterima dengan suka cita oleh Soekarno.

"Nama itu tidak cocok dengan sifat dan tujuan olahraga," kata Kiai Saifuddin.

"Mengapa?" ujar Bung Karno.

"Kata 'pusat' pada kalimat 'Pusat Olah Raga' itu kedengarannya kok statis, tidak dinamis seperti tujuan kita menggerakkan olahraga," begitu argumentasi Kiai Saifuddin.

"Usulkan nama gantinya kalau begitu!" kata Bung Karno.

"Nama 'Gelanggang Olah Raga' lebih cocok dan lebih dinamis," begitu Menteri Agama memberi argumen.

"Nama Gelanggang Olah Raga Bung Karno kalau disingkat menjadi Gelora Bung Karno! Kan mencerminkan dinamika sesuai dengan tujuan olahraga," kata sang Kiai.

"Waah, itu nama yang hebat. Saya setuju!" ujar Bung Karno.