Alan Turing, Si Jenius yang Dikebiri Gegara Langgar UU Homofobia

Sabtu, 04 Juli 2020 – 09:01 WIB

Alan Turing, Si Jenius yang Dikebiri Gegara Langgar UU Homofobia

Alan Turing, Si Jenius yang Dikebiri Gegara Langgar UU Homofobia

JAKARTA, REQnews – Kecintaannya dengan sains dan matematika dari kecil membuat Alan Turing menjadi pria yang jenius. Bahkan kecerdasannya itu diakui dunia terutama dalam bidang komputer.

Namun ketenarannya meredup setelah tersandung kasus homofobia pada tahun 1950-an. Peristiwa ini berawal saat rumahnya disatroni maling bernama Arnold Murray. Pria 19 tahun itu ternyata telah melakukan hubungan seksual dengan Alan Turing.

Saat itu juga Alan didakwa melakukan perbuatan yang melanggar UU Homofobia, yang lahir dari kesepakatan parlemen di Inggris. Saat menghadapi kasus itu, Alan dihadapkan pada dua pilihan.

Yakni menjadi tahanan penjara atau dihukum kebiri. Alan pun lebih memilih hukuman yang kedua.

Hasilnya ia tidak pernah ada hasrat untuk bersenggama. Frustrasi dengan kondisi serta tekanan lingkungan sekitar membuat Alan mengakhiri hidupnya meminum racun sianida pada 7 Juni 1954.

Lalu seperti apa kehidupan Alan Turing? Ia merupakan pria kelahiran Inggris pada 23 Juni 1912. Semasa hidupnya, ia tidak suka diatur-atur.

Ia punya dunianya sendiri dalam menjalani sebuah kehidupan. Alan kecil pun sudah dua kali pindah sekolah karena bosan dengan aturan yang ada.

Saat pindah ke Hazelhurst Preparatory School, ia mulai menyukai mata pelajaran sains. Kemudian ia juga tertarik belajar permaianan catur dan berkumpul dengan orang-orang yang sering beradu gagasan.

Alan kecil memang berbeda dengan teman-teman sebayanya yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Walau sulit baginya beradaptasi dengan lingkungan baru, sang ibu selalu memberi dukungan dan semangat.

Perlahan Alan mulai bisa bersosialisasi dengan lingkungannya meskipun dengan caranya sendiri.  Kemudian ia melanjutkan di sekolah Sherborne pada tahun 1926. Kebetulan saat itu Inggris sedang mengalami masa krusial pemogokan kerja. Seakan tidak peduli dengan pemogokan itu, Alan tetap mengayuh sepeda sejauh 60 mil menuju sekolah.

Motivasi terkuatnya karena tidak ingin melewatkan pelajaran sains di sekolah. Begitu cintanya dengan sains,  membuat dirinya juga tertarik dengan matematika. Setiap ada tugas sekolah, ia selalu menyelesaikan dengan sempurna meskipun dengan cara yang tidak terduga.

Pada tahun 1936, Alan membuat makalah berjudul ‘On Computable Numbers with an Application to the Entscheidungsproblem’ kemudian dikenal dengan nama Mesin Turing yang dianggap sebagai pendahulu komputer modern.