Nelson Mandela Ditangkap Bukan Karena Apartheid, Tapi Komunis

Senin, 10 Agustus 2020 – 04:00 WIB

Kisah Dibalik Penangkapan Nelson Mandela karena Faktor Orang Komunis (Foto: Istimewa)

Kisah Dibalik Penangkapan Nelson Mandela karena Faktor Orang Komunis (Foto: Istimewa)

JAKARATA, REQnews – Penangkapan Nelson Mandela tidak sepenuhnya murni karena aksi demontrasi melawan undang – undang Apartheid. Dugaan terkuat yang membuat peristiwa itu terjadi karena adanya hubungan erat dengan orang – orang komunis.

Nelson mulai mendalami pemahaman tentang komunis sejak mengenal seorang aktivis Moses Mauane Kotane. Ia memberikan Nelson muda buku bacaan karya Karl Marx, Vladinir Lenin, dan Mao Zedong. Setelah membaca dalam waktu yang lama, pandangannya tentang orang  komunis mulai berubah.

Saat itu juga ia kagum dengan slogan ‘sama rasa sama rata’ milik komunis. Slogan tersebut membuatnya lebih percaya diri bahwa Afrika Selatan bisa memiliki hukum yang adil dan berdaulat seperti apa yang diinginkan selama ini.

Kalau mengingat puluhan tahun silam, Nelson sangat membenci golongan komunis. Baginya mereka sama saja dengan orang – orang kulit putih.

Tapi nyatanya semua pandangan itu salah, andai saja ia tetap bersikukuh dengan pemikirannya, bisa jadi namanya kini tidak akan dikenang sebagai pembela kulit hitam yang rela dipenjara dalam waktu yang lama.

Mantan mahasiswa hukum di Universitas Witwatersrand itu selalu punya semangat yang tinggi dalam membela kulit hitam. Ini bukan hanya tentang rasisme, tetapi sudah masuk sektor hak asasi manusia (HAM). Ia paham betul bagaimana seharusnya hukum bergerak saat masyarakatnya menyuarakan katidakadilan.

Pada tahun 1962, secara tiba – tiba Nelson ditangkap oleh kepolisian Afrika Selatan. Susah payah bersembunyi bersama rekan seperjuangannya, Cecil Williams. Donald Rickard, mantan Diplomat Amerika Serikat dan angggota mata – mata Central Intelligence Agensy (CIA) mengatakan bahwa Nelson mempunyai hubungan dekat dengan orang komunis di Uni Soviet.

Takut kalau sewaktu - waktu nantinya Uni Soviet menyerang, terpaksa pemerintah saat itu mengamankan Nelson dan kawannya ke dalam penjara. Di tahun yang sama Nelson menjalani persidangan, ia dituduh melakukan sabotase dan kerusuhan di berberapa tempat. Baik Nelson dan Cecil masing – masing mendapat hukuman penjara seumur hidup.

Bukan hitungan tahun yang sedikit menghabiskan setiap hari, jam, menit, dan detiknya di dalam sel penjara selama 18 tahun. Tidur beralaskan lantai, kedinginan sepanjang malam sudah menjadi hal biasa bagi Nelson.

Selama di penjara ia banyak menghabiskan waktu menulis. Setiap 6 bulan sekali mendapatkan surat dari para pendukungnya. Tidak ada kata menyerah, yang ada adalah kata terus bangkit melawan keadaan hingga waktunya tiba.

Saat – saat yang dinantikan akhirnya datang, Nelson Mandela bebas dari sel penjara. Terpilihnya FW de Klerk sebagai Presiden Afrika Selatan membawa angin segar bagi masyarakat. Pada tahun 1989 UU Apartheid resmi dihapuskan dalam hukum negara.

Atas perjuangannya Nelson Mandela meraih Nobel Perdamaian tahun 1993. Ia meninggal pada tahun 2013 karena terkena infeksi saluran pernapasan.