Pesan Terakhir Cipluk, Kapten Pilot Perempuan Pertama Indonesia Sebelum Meninggal

Sabtu, 12 September 2020 – 19:00 WIB

Pesan Terakhir Cipluk, Kapten Perempuan Pertama Indonesia Sebelum Meninggal

Pesan Terakhir Cipluk, Kapten Perempuan Pertama Indonesia Sebelum Meninggal

JAKARTA, REQnews - Dunia penerbangan Indonesia kehilangan salah satu pilot terbaiknya. Dia adalah Indah Yuliani alias Cipluk yang meninggal dunia pada Sabtu 12 September 2020.

Alumni Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara (LPPU) Curug --atau kini Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI)-- angkatan 28 tahun 1979 itu merupakan pemegang predikat Kapten pilot perempuan pertama Indonesia.

Kabar meninggalnya Cipluk ini pun dibenarkan Ikatan Pilot Indonesia (IPI). "Iya betul meninggal," kata Wakil Ketua Umum IPI, Rama Noya kepada wartawan, Sabtu 12 September 2002.

Almarhumah diduga meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona. Rama mengaku mendapatkan informasi tersebut, namun ia juga mendapatkan informasi dari rekan-rekannya.

"Informasi yang beredar benar (positif corona). Saya sendiri belum mendapat info secara langsung. Hanya dari WAG (WhatsApp Group) dengan info yang ada," kata Rama.

Cipluk merupakan lulusan Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara (LPPU) Curug --atau kini Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI)-- angkatan 28 tahun 1979.
Ia memulai karier bersama PT Bouraq Indonesia Airlines. Setelah itu, Cipluk melanjutkan kariernya sebagai pilot di PT Airfast Indonesia.

Pesan terakhir Cipuluk pun viral di aplikasi Whatsapp. Ia memperingatkan bahwa virus corona ini tidak bisa dianggap sepele.

Dalam pesan yang beredar, Cipluk mengaku awalnya tidak merasakan gejala apapun dan saat mengikuti tes Swab yang pertama hasilnya dinyatakan negatif. Namun saat tes Swab kedua hasilnya positif dan ia dinyatakan sebagai golongan pasien positif Covid-19 tanpa gejala alias OTG (Orang Tanpa Gejala).

Bahkan suhu tubuhnya naik hingga 38,9 derajat Celsius dan tidak turun. Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat kesulitan karena banyak rumah sakit yang menolaknya karena keterbatasan kamar yang ada. "Sempet cari RS tp ditolak krn ga ada kamar', tulis Cipluk di aplikasi WA.

Cipluk pun berpesan agar masyarakat tidak menganggap enteng penularan virus corona. Apalagi bagi mereka yang sudah dinyatakan positif meski tanpa mengalami gejala apapun.

"Jd unk teman2 Jangan pernah blng kita baik2 aja....., Ini pelajaran terbaik untuk kita semua, belajar dari cerita teman kita sendiri," pesan Cipluk untuk masyarakat.

Terlepas dari itu, perlu diketahui tidak semua pasien Covid-19 mengalami gejala sesak napas atau sulit bernapas. Namun saat diukur tekanan oksigen dalam darahnya sudah terjadi hipoksemia, atau kekurangan oksigen dalam darah.

Jenazah saat ini disemayamkan di RS Mintohardjo, Jakarta dan selanjutnya akan diberangkatkan menuju peristirahatan terakhirnya.