Hakim Ginsburg, Pejuang Hak Aborsi dan Pernikahan Sesama Jenis di AS

Senin, 21 September 2020 – 16:00 WIB

Hakim Ginsburg, Pejuang Hak Aborsi dan Pernikahan Sesama Jenis di AS

Hakim Ginsburg, Pejuang Hak Aborsi dan Pernikahan Sesama Jenis di AS

JAKARTA, REQnews - Ruth Bader Ginsburg, ikon pejuang hak-hak perempuan dan dikenal dekat dengan kaum liberal meninggal pada hari Jumat 18 September 2020. Penyebab kematian wanita yang juga berprofesi sebagai Hakim Mahkamah Agung AS itu karena kanker pankreas.

Sebelumnya Ginsburg menjalani kemoterapi karena kankernya kambuh. Selama 87 tahun, kehidupannya dikenal sebagai seorang feminis terkemuka yang dekat dengan kaum liberal di AS. 

Asal tahu saja, Ginsburg adalah hakim tertua dan perempuan kedua yang duduk di Mahkamah Agung, yang menjabat selama 27 tahun.

Selama enam dekade karir hukumnya, Ginsburg mencapai status selebriti yang tak tertandingi untuk seorang ahli hukum di AS. Ia begitu dihormati oleh kaum liberal dan konservatif.

Ginsburg diidolakan karena suara progresifnya pada masalah-masalah sosial yang paling memecah belah yang dirujuk ke Mahkamah Agung, dari hak aborsi hingga pernikahan sesama jenis.

Lahir dari orang tua imigran Yahudi di Brooklyn, New York City, pada tahun 1933, Ginsberg belajar di Harvard Law School. Di mana ia adalah satu dari sembilan perempuan di kelas yang terdiri dari sekitar 500 pria.

Ginsburg tidak menerima satu pun tawaran pekerjaan setelah lulus, meskipun menduduki peringkat teratas di kelasnya. Ia memilih bertahan, bekerja di berbagai pekerjaan dalam profesi hukum sepanjang tahun 1960-an dan seterusnya.

Pada tahun 1972, Ginsburg ikut mendirikan Proyek Hak Perempuan di American Civil Liberties Union (ACLU). Pada tahun yang sama, Ginsburg menjadi profesor perempuan tetap pertama di Columbia Law School. 

Pada tahun 1980, Ginsburg dinominasikan ke Pengadilan Banding Amerika Serikat untuk Distrik Columbia sebagai bagian dari upaya mantan Presiden Jimmy Carter untuk mendiversifikasi pengadilan federal.

Meski Ginsburg sering digambarkan sebagai sosok yang liberal, hari-harinya di pengadilan banding ditandai dengan moderasi.

Ginsburg diangkat ke Mahkamah Agung oleh mantan Presiden Bill Clinton pada tahun 1993 dan menjadi hakim kedua dari empat hakim perempuan yang dikonfirmasi ke pengadilan.

Menjelang akhir hidupnya, Ginsburg menjadi ikon nasional. Karena perbedaan pendapatnya, Ginsburg dijuluki RBG oleh penggemarnya - diilhami dari anggukan mendiang rapper The Notorious BIG.

Julukan itu memperkenalkan Ginsburg kepada generasi baru feminis muda, mengubahnya menjadi tokoh yang dikultuskan.