Valerine JL Kriekhoffn, Eks Hakim Agung yang Pernah Hukum KPK

Sabtu, 03 Oktober 2020 – 19:40 WIB

Valerine JL Kriekhoffn (Foto: Istimewa)

Valerine JL Kriekhoffn (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabar duka datang dari dunia peradilan Indonesia. Begawan hukum perdata negeri inj, Prof Valerine J.L. Kriekhoffn meninggal dunia pada 3 Oktober 2020.

Wanita kelahiran Ternate 27 Juni 1944 ini adalah hakim agung Mahkamah Agung RI yang terlibat dalam penanganan kasus kasasi. Ia merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). 

Guru besar hukum perdata yang sehari-hari sebagai pengajar UI ini menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Jakarta.

Pada 1962 mulai kuliah di FH UI dan usai meraih gelar SH, Valerine menjadi asisten dosen TO Ihromi. Untuk S2 dia selesaikan di University of Texas untuk kajian Antropologi Sosial Budaya pada 1974.

Gelar doktor diraih di FH UI pada 1991 dan 6 tahun setelahnya menyandang gelar profesor dengan pidato pengukuhan berjudul 'Autonomic Legislation sebagai Sumber Hukum Formal dalam Penelitian Hukum'.

Dalam pidato tersebut, Valerine menekankan pentingnya kajian berbagai aturan yang disebutnya sebagai autonomic legislation yang diharapkan akan dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dalam praktik dan menjadi masukan bagi para pengentu kebijakan di bidang hukum dan pengembangan hukum.

"Menabur dan menanam sebagai wujud pengabdian dan berhati-hatilah dalam melangkah" menjadi prinsip hidupnya.

Tiga tahun setelah menyandang profesor, Valerine terpilih sebagai hakim agung pada tahun 2000 bersama dengan Muladi, Artidjo Alkostar dan Benjamin Mangkudilaga.

Yang menarik, Vallerina merupakan salah satu hakim agung yang pernah menilai KPK melakukan perbuatan melanggar hukum dalam menyidik mantan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Syarifudin.

Yaitu saat KPK menyita barang bukti di rumah Syarifudin pada 2011 belakangan dinyatakan pengadilan harus dikembalikan ke Syarifudin. Atas hal itu, MA menghukum KPK membayar Rp 100 juta.

Perkara yang mengantongi nomor 2580 K/PDT/2013 diputus pada 13 Maret 2014 oleh ketua majelis hakim agung Prof Dr Valerine JL Kriekhoff dan dua hakim anggota Syamsul Ma`arif Phd serta Hamdan. Syarifudin sendiri dihukum 4 tahun penjara karena menerima suap saat menjadi hakim pengawas dalam kasus pailit.

Kami segenap redaksi REQnews mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Valerine JL Kriekhoffn.